|
(Foto Humas)
KOTAAGUNG — Kabupaten Tanggamus merupakan salah satu daerah yang rawan terjadinya gempa yang disertai tsunami. Untuk itulah sebagai langkah antisipasi dan untuk mendeteksi adanya bencana tersebut, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberikan bantun alat pendeteksi tsunami (Detection Tsunami)
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanggamus, Burdani, S.H., membenarkan bahwasanya BPBD Tanggamus telah menerima alat pendetektor tsunami. Saat ini pihaknya telah memasang tower detector tsunami setinggi 18 meter di pusat kota yaitu di Taman Kota, Kotaagung. Dengan radius deteksi gelombang tsunami mencapai jarak 2 km persegi.
“Untuk tower sudah kita pasang di Taman Kota. Sedangkan untuk komponen pendukungnya akan kita pasang di kantor BPBD Tanggamus. Alat tersebut akan mendeteksi ancaman tsunami dengan jarak 2 km persegi,” kata Burdani, kemarin (16/9).
Lebih lanjut Burdani menjelaskan, alat detector tsunami tersebut akan dioperasikan setelah adanya peringatan dari BMKG pusat tentang adanya deteksi gempa yang mampu menimbulkan bencana tsunami. Setelah itu pihak BPBD Tanggamus barulah akan memberitahukan peringatan tsunami dini kepada masyarakat Kotaagung dan sekitarnya untuk bersiap mengungsi agar terhindar dari bencana tsunami.
“Kategori gempa yang mampu menimbulkan bencana tsunami tersebut adalah gempa yang berkekuatan 8,7 sekala richter yang dapat menimbulkan gelombang setinggi 6-11 meter dari pantai Teluk semaka,” ungkapnya.
Untuk menciptakan masyarakat Tanggamus yang tanggap dengan bencana tsunami, pihak BPBD dalam waktu dekat ini akan mengadakan kegiatan simulasi tanggap tsunami yang nantinya akan diikuti oleh seluruh masyarakat Kotaagung. Dipilihnya Kecamatan kotaagung, karena merupakan daerah kecil yang padat penduduk dan dekat dengan pantai Teluk Semaka.
Komponen lengkap pendeteksi tsunami tersebut,lanjut Burdani, akan dihidupkan terus setiap tanggal 26 pukul 10.00 Wib di setiap bulannya. Hal tersebut bertujuan agar masyarakat Tanggamus tanggap dengan bahaya tsunami.
“Insya Allah kita akan adakan kegiatan tanggap tsunami pada bulan Oktober nanti. Tentunya setelah pengerjaan pemasangan alat tsunami ini selesai. Dan kegiatan ini juga ditujukan untuk menguji alat berfungsi atau tidaknya,” ujar Burdani.
Sekedar diketahui, berdasarkan pengamatan BMKG pusat, patahan sesar semako atau lempengan bumi yang sewaktu-waktu bisa bergeser/patah yang menimbulkan gempa dan tsunami berada disekitaran pantai Teluk Semaka. "Kita tetap selalu waspada terhadap bencana yang mampu menelan banyak korban jiwa ini. Oleh karenanya kita akan terus memantau keadaan lempengan bumi tersebut," pungkas Burdani.
suber: radar lampung |