Wabup Resmikan Jembatan Gantung Darurat dan Tinjau SDN 2 Umbar, Kecamatan Kelumbayan

*Wabup Resmikan Jembatan Gantung Darurat dan Tinjau SDN 2 Umbar, Kecamatan Kelumbayan*

Kelumbayan — Musibah banjir bandang yang melanda Kecamatan Kelumbayan beberapa waktu yang lalu. Selain telah menelan korban jiwa, menghanyutkan dan merusak sejumlah rumah juga merusak infrastruktur yang ada, termasuk jembatan gantung yang telah dibangun oleh Pemkab Tanggamus.

Akibatnya kondisi tersebut membuat aktifitas warga terganggu, bahkan jika hujan turun dan air sungai meninggi, maka aktifitas warga terhenti. Padahal terdapat seribu lebih warga di Pekon Umbar dan sekitarnya yang membutuhkan jembatan tersebut, baik untuk beraktifitas sehari-hari atau bagi siswa-siswi yang bersekolah di SDN 2 Umbar dan SMP Satu Atap Umbar.

Menyikapi kondisi tersebut, Tim Relawan Peduli yang dikomandoi organisasi Vertikal Rescue Indonesia Lampung, dengan dibantu organisasi relawan lainnya, membangun Jembatan Gantung Darurat Way Umbar. Jembatan ini melintas diatas sungai Way Umbar, dan menghubungkan Pekon Umbar ke Pekon Suka Jaya dan Pedukuhan Sukajadi, Sukamulya dan Gading Arum.

Menurut keterangan Tim Relawan Vertical Rescue, jembatan yang memiliki panjang 80 meter ini, dikerjakan dalam waktu 6 hari oleh Tim Vertical Rescue dengan dibantu warga setempat,pada masa tanggap darurat bencana yang lalu. untuk di Provinsi Lampung, jembatan tersebut adalah jembatan yang ke 12 dibangun. Adapun untuk di Indonesia telah dibangun dan disumbangkan 72 jembatan oleh Vertical Rescue.

Atas selesainya pembangunan jembatan tersebut, Sabtu (5/1/19) Wakil Bupati Tanggamus Hi. AM. Syafi’i, mendapatkan kehormatan untuk meresmikan jembatan tersebut, yang dikemas dalam acara Doa Bersama dan Peresmian Jembatan Gantung Darurat Way Umbar.

Dalam sambutannya sebelum peresmian, Wabup menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Tim Relawan Vertical Rescue Indonesia Lampung dan Tim Relawan Peduli lainnya, serta semua pihak yang telah berkontribusi terhadap pembangunan jembatan tersebut.

Wabup juga menghimbau kepada masyarakat agar menjaga jembatan dengan baik. “Saya harap masyarakat dalam memanfaatkan jembatan ini, dapat menjaga jembatan ini dengan baik,” ujar Wabup.

Himbauan Wabup tersebut tentunya sangat penting untuk menjadi perhatian, karena memang berdasarkan pemberitahuan pada banner yang terpasang disisi jembatan, terdapat peringatan yang harus diperhatikan dan diikuti oleh pengguna jembatan, seperti ; jembatan hanya boleh dilewati oleh 3 orang, dengan beban maksimal 300 Kg, juga tidak boleh dilewati kendaraan bermotor, sehingga untuk menjamin jembatan dapat terus berfungsi, maka masyarakat wajib mentaati peraturan tersebut.

Peresmian sendiri ditandai dengan pengguntingan pita oleh Wakil Bupati, dengan didampingi Camat Kelumbayan Bahroni, Sekretaris BPBD Maryani, Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Ari Yudha, Uspika Kelumbayan, Tim Relawan, serta Kepala Pekon dan tokoh masyarakat setempat.

Adapun Tim Relawan Peduli yang berkontribusi dalam pembangunan jembatan tersebut, diantaranya HIPMI Lampung, DCAB-ID, Trapac Lampung, Tribal Lampung, Rakata Cycling Club, Tagana, SMAN 2 Bandar Lampung, SAR Lampung, IIBF Lampung, dan Pramuka Peduli Bencana.

*Tinjau SDN 2 Umbar*

Usai meresmikan jembatan, Wabup juga meninjau SDN 2 Umbar yang terkena dampak banjir. Dalam peninjauan tersebut, dikarenakan masih dalam masa liburan semester, maka tidak ditemui aktifitas atau keberadaan dewan Guru di sekolah tersebut.

 


Selain melihat-lihat kondisi sekolah, Wabup juga melakukan hal unik yang ditujukan kepada para Guru di sekolah tersebut, yakni dengan menuliskan pesan kepada para Guru melalui tulisan tangannya pada papan whiteboard sekolah.

Adapun pesan yang disampaikan Wabup adalah ;1)Terus semangat ditengah keterbatasan fasilitas. 2)Edukasi anak-anak tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan (hutan, sungai, dll). 3)Siswa dimotivasi untuk menumbuhkan solidaritas, soliditas, empati dan simpati. 4)Setelah ikhtiar, lalu tawakkal dan terus berdoa, dan 5)Perhatikan kebersihan lingkungan sekolah, dalam maupun luar ruang. (Kominfo-Firman).

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *