Tsunami di Tanggamus, Pemkab Kunjungi Korban di Kelumbayan

Tsunami di Tanggamus, Pemkab Kunjungi Korban di Kelumbayan

Kelumbayan — Sebagaimana diketahui, gelombang tsunami telah melanda wilayah pesisir pantai Provinsi Banten dan Lampung, Sabtu malam (22/12/18). Termasuk beberapa wilayah pesisir pantai di Kabupaten Tanggamus.

Namun dari kesemua tempat di Kabupaten Tanggamus yang terkena dampak tsunami, hanya di Pekon Kiluan, Kecamatan Kelumbayan yang memberikan dampak cukup parah, bahkan sampai menelan korban jiwa satu orang anak meninggal dunia.

Menyikapi kondisi tersebut, Tim Reaksi Cepat Bencana Kabupaten Tanggamus, Minggu pagi (23/12/18) menuju Kecamatan Kelumbayan, untuk melakukan upaya penanganan tanggap darurat bencana kepada para korban, termasuk memberikan santunan kepada keluarga korban meninggal dunia.

Setiba di lokasi kejadian, Kepala Pekon Kiluan, Kadek, kembali menceritakan kronologis kejadian gelombang pasang dan tsunami yang terjadi. “Di Kiluan, Dusun Sinar Maju, Sinar Agung dan Bandung Jaya, air datang dengan deras. Tepat Pukul 21.00 WIB, air datang langsung deras. Ayah korban pak Musahid dan ibu korban Sumiati berusaha keluar dari rumah dengan membuka pintu. Namun air yang membawa sampah langsung menerjang, sehingga korban Neni yang berusia 4 tahun terlepas dari gendongan dan terbawa air. Korban ditemukan 1 jam kemudian di halaman Villa Bahana yang berjarak 500 m dari tempat kejadian dalam keadaan tidak bernyawa. Adapun korban sudah dikebumikan tadi jam 7 pagi,” terang Kadek.

Kadek melanjutkan, setelah terjangan ombak laut tenang dan menjadi surut, datang ombak kembali. Hal ini berulang sampai tiga kali, sehingga masyarakat berhamburan menyelamatkan diri. Kejadian ini memicu sebagian besar warga mengungsi ke gunung-gunung dan tempat yang lebih tinggi.

Sementara Sekreraris BPBD Tanggamus Maryani, mewakili Kepala BPBD Tanggamus Romasyadi, menyampaikan dari pendataan Tim, diketahui dari jumlah Kepala Keluarga(KK) di Pekon Kiluan sebanyak 386 KK dan 1.600 jiwa. Jumlah KK yang mengungsi sebanyak 171 KK yang mengungsi, terdiri dari 60 KK dari Dusun Sinar Agung, 34 KK dari Dusun Sinar Maju dan 77 KK dari Dusun Bandung Jaya. Adapun kerusakan yang terjadi berupa, 1 rumah hilang tersapu ombak, sementara 3 rumah, 4 penginapan, 1 shelter, 1 dermaga dan 72 perahu nelayan rusak berat.

Ia juga menambahkan bahwa Pemkab Tanggamus sejak semalam (22/12), telah membuka Pos Kesehatan di lokasi bencana, untuk melayani kebutuhan kesehatan warga.

Terhadap keluarga korban meninggal Neni Muriati (4 th), Maryani mewakili Bupati Tanggamus Hj. Dewi Handajani, selain menyampaikan rasa duka cita kepada keluarga korban, Ia juga memberikan santunan pribadi dari Bupati Tanggamus kepada keluarga korban, yang diterima Ibunda korban Sumiati. “Bunda Dewi titip salam buat ibu sekeluarga, beliau turut prihatin dengan musibah ini dan berduka cita atas meninggalnya ananda Neni. Semoga keluarga tabah dan sabar dalam menghadapi musibah ini,” ujarnya.

Usai memberikan santunan kepada keluarga korban, Maryani dan Tim juga melakukan sosialisasi gelombang tinggi yang masih akan terjadi, dan meminta warga tetap waspada. (Kominfo)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *