Pj. Bupati dan Rektor Unila Resmikan Grand Desain Geowisata Tanggamus

Pj. Bupati dan Rektor Unila Resmikan Grand Desain Geowisata Tanggamus

Air Naningan — Pj. Bupati Tanggamus Ir. Zainal Abidin, MT., menghadiri acara Peresmian Grand Design Geowisata yang di selenggarakan oleh Universitas Lampung (UNILA) di Aula Kantor Proyek Bendungan Batu Tegi, Air Naningan, Kamis, 23/8/2018. Acara ini dilaksanakan disela kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kebangsaan di Kabupaten Tanggamus.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Rektor Unila Prof. Dr. Ir. Hasriadi Mat Akin, M.P., serta para Dekan dan Senat Perguruan Tinggi, sejumlah Kepala OPD Pemkab Tanggamus, Dandim 0424 yang diwakili Danramil Pulau Panggung Kapt. Tuparno, Camat, serta sejumlah tamu undangan.

Dalam sambutannya Pj.  Bupati Tanggamus Ir. Zainal Abidin, MT., menyampaikan bahwa Kabupaten Tanggamus sudah dicanangkan oleh Pemprov Lampung sebagai kawasan wisata di wilayah Barat dan berharap kegiatan tersebut dapat memicu Pemkab untuk mengembangkannya. “Tanggamus telah dicanangkan oleh Pemprov Lampung sebagai kawasan wisata di wilayah Barat, mudah-mudahan dengan adanya kegiatan ini, dapat menjadi pemicu bagi Pemkab Tanggamus untuk terus menggembangkan Kabupaten Tanggamus sebagai bagian objek wisata yang ada di Provinsi Lampung,” terangnya.

Pj. Bupati menambahkan, selain potensi wisata Tanggamus juga kaya akan industri industri olahan seperti kopi. Namun masih terdapat kendala dalam pemasaran dan Pemkab sedang melakukan usaha dan evaluasi bagaimana poduk-produk unggulan Tanggamus bisa dipasarkan di Supermarket, minimal di minimarket seperti Indomaret dan Alfamart yang ada di Kabupaten Tanggamus.

Tak lupa juga Pj. Bupati menyampaikan terimakasih yang sebesar besarnya kepada para Mahasiswa dan Rektor, karena dengan adanya kegiatan KKN tersebut Mahasiswa dapat mensinergikan ilmunya yang diperoleh di bangku kuliah. “Dengan campur tangan dan peran Mahasiswa dalam kegiatan KKN ini, potensi wisata dan produk produk unggulan setempat dapat dikembangkan menjadi lebih baik lagi dan menjadikan Kabupaten Tanggamus Berjaya,” tandasnya.

Sementara Rektor Universitas Lampung Prof. Dr. Ir. Hasriadi Mat Akin, MP., menyampaikan bahwa KKN wajib dilakukan oleh perguruan tinggi. “KKN wajib dilakukan disuatu pergurumasyarakat, untuk menghasilkan calon calon Pemimpin. Karena untuk menjadi Pemimpin harus berjiwa sosial tinggi, bisa bekerja di tengah masyarakat dan bisa menyelesaikan permasalahan permasalahan yang menjadi kendala bagi masyarakat,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penyerahan Blueprint berbentuk buku dari Mahasiswa kepada Pj. Bupati, sebaliknya Pj. Bupati juga menyerahkan Plakat Penghargan dari Pemkab Tanggamus kepada Universitas Lampung.

Kemudian acara dilanjutkan dengan meninjau hasil produk produk olahan makanan yang ada di wilayah Kecamatan Air Naningan serta meninjau langsung keberadaan Pembangkit Listrik Tenaga Air Batu Tegi dan Bendungan Batu Tegi.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi melalui Badan Pelaksana Kuliah Kerja Nyata (BP KKN) Universitas Lampung, melaksanakan KKN Kebangsaan di 3 Kabupaten Provinsi Lampung, yang dilaksanakan sejak tanggal 26 Juli 2018 s/d 25 Agustus 2018 mendatang.

Ilham Makhmud dari Pokja KKN Kebangsaan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, menerangkan Program KKN Kebangsaan di Tanggamus.dengan diikuti 641 mahasiswa, yang tersebar di 3 Kabupaten, yakni Kabupaten Tanggamus, Kabupaten Tulang Bawang Barat dan Lampung Timur.

Sedangkan untuk di Tanggamus, para mahasiswa KKN ini ditempatkan pada masing-masing 8 Pekon di 4 kecamatan, yakni Kecamatan Ulubelu, Air Naningan, Pematang Sawa dan Kelumbayan. Adapun peserta KKN Kebangsaan ini merupakan mahasiswa pilihan dari perguruan tinggi yang ada di Indonesia, baik negeri maupun swasta. Setiap perguruan tinggi dari Aceh sampai Papua mengirimkan sekitar 5-10 mahasiswa pilihannya untuk mengikuti kegiatan ini.

 

Terdapat dua misi KKN Kebangsaan ini, pertama mahasiswa diminta mengidentifikasi potensi daerah yang dapat dikembangkan melalui pemikiran. Kedua, mahasiswa diminta menemui masyarakat untuk mencoba menyelesaikan permasalahan yang sedang dihadapi saat ini.

“Beberapa hasil monitoring, peserta KKN menemukan 30 potensi wisata air terjun yang belum terjamah oleh pemerintah setempat. Ditempat berbeda, ditemukan permasalahan komoditas lada yang harganya turun dan berkualitas rendah,” kata Ilham.

“Untuk selanjutnya, para mahasiswa akan membuatkan blue print sebagai jalan keluarnya dan akan diserahkan kepada Pemda dan Unila,” jelasnya. (Ismail-Kominfo)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *