PENGUMUMAN BERSAMA HASIL SELEKSI KOMPETENSI DASAR (SKD) PADA SELEKSI PENERIMAAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL PEMERINTAH PROVINSI LAMPUNG DAN PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA SE-PROVINSI LAMPUNG DARI FORMASI UMUM DAN FORMASI KHUSUS

PENGUMUMAN BERSAMA HASIL SELEKSI KOMPETENSI DASAR (SKD) PADA SELEKSI PENERIMAAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL PEMERINTAH PROVINSI LAMPUNG DAN PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA SE-PROVINSI LAMPUNG DARI FORMASI UMUM DAN FORMASI KHUSUS (CUMLAUDE, DISABILITAS DAN EKS TENAGA HONORER KATEGORI II) TAHUN ANGGARAN 2018

Lampiran 1

Lampiran 2

Lampiran 3

Petunjuk Pendaftaran Seleksi CPNS Nasional Tahun 2018

Pendaftaran CPNS 2018 melalui link http://sscn.bkn.go.id sudah dimulai hari ini Rabu 26 September 2018. Link http://sscn.bkn.go.id sebagai situs resmi pendaftaran CPNS 2018 ada panduan lengkap untuk mendaftar CPNS 2018 seperti mencari formasi CPNS 2018, alur mendaftar hingga format dokumen untuk pendaftaran CPNS 2018.

Berikut dirangkum tahapan pendaftaran CPNS Tahun 2018 yang tersedia di http://sscn.bkn.go.id

Buat Akun SSCN

  • Akses portal pendaftaran di https://sscn.bkn.go.id.
  • Pilih menu Registrasi
  • Isi alamat email aktif, password akun portal SSCN, dan CAPTCHA.
  • Isi data Nomor Induk Kependudukan (NIK), Nomor KK atau NIK Kepala Keluarga.
  • Unggah pas foto size minimal 120 kb, dan max 200 kb.
  • Cetak kartu informasi akun SSCN 2018.

Cetak kartu pendaftaran

  • Login ke portal menggunakan akun yang sudah dibuar.
  • Unggah foto diri memegang KTP dan kartu (selfie)
  • Lengkapi biodata
  • Pilih instansi, formasi, jabatan sesuai kualifikasi pendidikan
  • Lengkapi data pada form yang tersedia
  • Unggah dokumen sesuai persyaratan instansi
  • Cek kembali isian yang telah dilengkapi pada form Resume
  • Cetak kartu pendaftaran SSCN 2018

Pelamar harus memastikan ukuran file yang diunggah tidak melebihi dari batasan masing-masing dokumen dan jenis file harus sesuai ketika mengunggah dokumen persyaratan dalam aplikasi SSCN. Informasi dari situs SSCN menyebutkan, dokumen yang sudah diunggah tidak dapat diunggah ulang. Berikut dokumen dan ukuran maksimalnya:

  • Scan pas foto berukuran maksimal 200kb, dengan tipe file jpeg atau jpg.
  • Scan swafoto (memegang KTP dan Kartu Informasi Akun) berukuran maksimal 200kb, dengan tipe file jpeg atau jpg.
  • Scan kartu tanda penduduk berukuran maksimal 200kb, dengan tipe file jpeg atau jpg.
  • Scan surat lamaran berukuran maksimal 300kb, dengan tipe file pdf.
  • Scan ijazah berukuran maksimal 700kb, dengan tipe file pdf.
  • Scan transkrip berukuran maksimal 500kb, dengan tipe file pdf.
  • Scan dokumen lainnya maksimal 700kb, dengan tipe file pdf.
  • Oleh karena itu, pelamar harus berhati-hati ketika mengunggah dokumen dan memastikan kesesuaian dokumen dengan persyaratan.

Bagi pelamar, sebaiknya melakukan pengecekan ulang kembali sebelum melakukan proses upload dokumen.

 BUKU PETUNJUK PENDAFTARAN SSCN 2018

CONTOH SURAT LAMARAN CPNS TANGGAMUS 2018

 

SIARAN PERS KEMENTERIAN PANRB TENTANG FORMASI KHUSUS CPNS 2018

SIARAN PERS KEMENTERIAN PANRB
7 SEPTEMBER 2018 – 469/HUMAS-MENPANRB/2018

Formasi Khusus CPNS 2018, dari Atlet Berprestasi hingga eks Honorer K-II

JAKARTA – Rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018 dilakukan melalui dua jalur, yakni formasi umum dan formasi khusus. Berdasarkan Peraturan Menteri PANRB No. 36 tentang Kriteria Penetapan Kebutuhan PNS dan Pelaksanaan Seleksi CPNS tahun 2018, formasi khusus terdiri dari lulusan terbaik (_cumlaude_), penyandang disabilitas, putra-putri Papua dan Papua Barat, diaspora, olahragawan berprestasi internasional, serta tenaga pendidik dan tenaga kesehatan eks tenaga honorer kategori II yang memenuhi persyaratan.

Berdasarkan Permen PANRB tersebut, instansi pemerintah pusat wajib mengalokasikan minimal 10 persen untuk sarjana lulusan terbaik (_cumlaude_), sedangkan instansi daerah minimal 5 persen dari total alokasi yang ditetapkan. Pelamar merupakan lulusan perguruan tinggi maupun program studi terakreditasi A/unggul pada saat kelulusan.

Sedangkan untuk penyandang disabilitas, setiap instansi wajib mengalokasikan formasi jabatan, persyaratan, jumlah, dan unit penempatan yang dapat dilamar oleh penyandang disabilitas. Untuk instansi pusat minimal dua persen, dan untuk daerah minimal satu persen.

Untuk pelamar diaspora, yang baru pertama kali dilakukan, dialokasikan untuk formasi jabatan peneliti, dosen, dan perekayasa. Untuk formasi ini, pendidikan minimal S-2, kecuali untuk perekayasa, yang dapat dilamar dari lulusan S-1. “Diaspora merupakan formasi khusus yang dibuka pertama kali tahun 2018 ini,” ujar Deputi Sumber Daya Manusia Aparatur (SDMA) Kementerian PANRB Setiawan Wangsaatmadja.

Formasi khusus yang sempat menyita perhatian masyarakat seusai Asian Games adalah atlet berprestasi internasional. Dalam hal ini, pelaksanaannya dikoordinasikan oleh Menpora, dan merujuk pada ketentuan Permenpora No. 6/2018 tentang Persyaratan dan Mekanisme Seleksi, dan Pengangkatan Olahragawan Berprestasi Menjadi CPNS tahun 2018.

Formasi khusus keenam dalam penerimaan CPNS tahun 2018 adalah tenaga pendidik dan tenaga kesehatan dari eks tenaga honorer kategori II (THK-II) yang memenuhi syarat. Berdasarkan Permen PANRB No. 36/2018, THK-II itu harus terdaftar dalam database Badan Kepegawaian Negara (BKN), dan memenuhi persyaratan seperti ketentuan UU ASN, PP 48/2005 dan terakhir diubah menjadi PP No. 56/2012, UU No. 14/2005 bagi tenaga pendidik, dan UU No. 36/2014 bagi tenaga kesehatan. Tercatat ada 13.347 orang di dalam database BKN.

Setiawan menambahkan, selain persyaratan tersebut, usia pelamar paling tinggi 35 tahun pada tanggal 1 Agustus 2018, dan masih aktif bekerja secara terus-menerus sampai saat ini. Bagi tenaga pendidik, minimal berijazah S-1, dan untuk tenaga kesehatan, minimal harus berijazah Diploma III, yang diperoleh sebelum pelaksanaan seleksi THK-II pada tanggal 3 November 2013. Selain memiliki KTP, pelamar juga harus memiliki bukti nomor ujian THK-II pada tanggal 3 November 2013 tersebut.

Khusus untuk eks THK-II, mekanisme/sistem pendaftaran dilakukan tersendiri di bawah koordinasi BKN. “Pendaftar dari eks THK-II yang telah diverifikasi dokumennya wajib mengikuti seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dan tidak ada Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) bagi eks THK-II. “Pengalaman kerja selama minimal 10 tahun dan terus menerus menjadi tenaga pendidik dan tenaga kesehatan dari eks honorer K-II ditetapkan sebagai pengganti SKB,” imbuh Setiawan mengutip Permen PANRB No. 36/2018. (HUMAS MENPANRB)