Kabupaten Tanggamus menyimpan berbagai macam potensi pertambangan, namun hingga kini masih belum tergarap secara optimal. Dengan minimnya investor membuat semakin menenggelamkan potensi pertambangan di Kabupaten Tanggamus. Hampir di setiap kecamatan di Kabupaten Tanggamus memiliki kekayaan tambang, yang terdiri dari emas, mangan, silica, bijih besi, galena, batu kapur dan pasir.

Mengingat besarnya potensi pertambangan yang tersedia di Kabupaten Tanggamus, maka sangat diperlukan kerjasama pihak ketiga selaku investor untuk dapat mengelola potensi tersebut secara optimal, sehingga akan menciptakan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Tanggamus.

Pada Tahun 2012 Jumlah Perusahaan Pertambangan yang ada di wilayah Kabupaten Tanggamus sebanyak 40 Perusahaan, dengan Perusahaan Tambang Bijih Besi yang paling banyak yaitu sebanyak 8 perusahaan, kemudian perusahaan Mangaan (5 perusahaan) sedangkan Perusahaan Batu kali, Pasir besi, Seng, Andesit masing-masing hanya ada 1 perusahaan. Keadaan Industri tahun 2012 juga membawa peranan yang penting untuk kemajuan perekonomian di kabupaten Tanggamus. Jumlah unit usaha industri logam mesin kimia di kabupaten Tanggamus adalah 917 dengan jumlah tenaga kerja 3.219 orang. Industri Hasil Pertanian dan Kehutanan adalah 4.337 unit usaha dengan tenaga kerja 18.606 orang.

Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Tanggamus pada tahun 2011 mencapai 6,41 . Sektor Pertambangan dan Penggalian mengalami pertumbuhan paling besar hingga mencapai tingkat pertumbuhan sebesar 26,13 dengan nilai PDRB atas dasar Harga konstan mencapai 58,7 Milyar,

BIJIH BESI ( Iron Ore )

Bijih besi berupa mineral Hematit dan Magnetit terjadi dari hasil sublimasi dalam hubungannya dengan kegiatan gunung api, terjadi dalam endapan metamorfosa kontak dan sebagai mineral pengiring dalam granit. Bijih  Besi  dapat ditemukan di  Pekon Padang Ratu  dan  Pekon Tegineneng Kecamatan Limau; Pekon Suka Agung Kecamatan Bulok serta Pekon Paku Kecamatan Kelumbayan. Bijih besi di Kabupaten Tanggamus pada umumnya berupa mineral Magnetit yang memiliki kadar Fe antara 55 – 65 %.

Beberapa perusahaan yang mengelola seperti : PT. Cahaya Batu Limau, PT. Berkah Semesta Alam, PT. Hasil Alam Tanggamus, PT. Sinar Fajar Persada,  PT. Batu Besi Kencana, PT. Raja’a Naufal Mandiri dan PT.Nilam Jaya Buana.

Kegunaannya adalah sebagai bahan utama untuk pembuatan besi dan baja. (Dinas Pertambangan dan Energi : 2012)

MANGAN ( Manganese )

Mineral mangan terjadi pada urat Hidrotermal yang berasosiasi dengan Kalsit dan Barit (mineral manganit), endapan sedimennya berasosiasi dengan mineral Psilomelane dan Pyrolusit. Mangan di Kabupaten Tanggamus pada umumnya berupa mineral Pyrolusit dengan kadar Mn antara 25 – 45 %, dan dapat dijumpai  di Pekon Tanjung  Kemala, Pekon  Tanjung Agung,  Pekon Gunung Kasih Kecamatan Pugung.

Beberapa  perusahaan yang  mengelola antara lain  PT. Indomin  Prima  International,  PT.  Eksimulti  Guna  Mandiri, dan PT. Kendi  Arindo.

Kegunaannya  untuk produksi stainlees steel, bahan campuran alumunium dan baterai kering. (Dinas Pertambangan dan Energi : 2012)

EMAS  ( Gold )

Keterdapatannya didalam urat-urat Hidrotermal yang pada umumnya berasosiasi dengan mineral sulfida didalam endapan-endapan letakan (placer),pasir sungai (river sand) dan endapan fosil (conglomerate matrix). Bahan galian Emas di Kabupaten  Tanggamus  memiliki sebaran yang cukup luas dengan jumlah cadangan yang cukup besar, dan terdapat di Pekon Doh Kec. Cukuh Balak, Pekon Sidoharjo Kec. Klumbayan Barat, Pekon Umbar Kec. Klumbayan, Way Linggo dan Way Semong Kec. Bandar Negeri Semuong.

Beberapa perusahaan yang terlebih dulu mengelola antara lain : Koperasi Tambang Rakyat (KTR), PT. Napal Umbar Picung, PT. Natarang Mining.

Kegunaan untuk perhiasan, elektronik instrumen kedokteran gigi dan merupakan logam komersial yang utama (Standar Moneter). (Dinas Pertambangan dan Energi : 2012)

GALENA

Pada umumnya terdapat dalam urat-urat hidrotermal yang berasosiasi dengan mineral sulfida, spalerit, kalkopirit, pirit dan kuarsa. Galena di wilayah Kabupaten Tanggamus banyak dijumpai di Pekon Sidoharjo Kecamatan Kelumbayan Barat serta Pekon Umbar dan Pekon Paku Kecamatan Kelumbayan.

Beberapa perusahaan yang mengelola diantaranya : PT. Napal Umbar Picung, PT. Setia Tunggal Abadi, PT. Lachera PT. Ar Eka, PT. Tanggamus Karya Alam.

Galena banyak digunakan pada industri otomotif dan pembuatan Accu. (Dinas Pertambangan dan Energi : 2012)

PASIR BESI ( Iron Sand )

Pasir besi merupakan mineral endapan letakan (placer) di pantai sebagai Ilmenit, Titanomagnetit dan Hematit. Pasir besi di wilayah Kabupaten Tanggamus keterdapatannya dapat dijumpai tersebar disepanjang pesisir pantai seperti di Pekon Tegineneng dan Pekon Badak Kec. Limau, pesisir pantai Pekon Doh Kec. Cukuh Balak,  pesisir  pantai Pekon  Napal  dan  Pekon  Negeri Kelumbayan Kecamatan Kelumbayan, serta memiliki ketebalan deposit berkisar antara 0,5 – 2,5 m. Perusahaan yang  mengelola yaitu : PT. Murni Tri Mustika Gasirtub. (Dinas Pertambangan dan Energi : 2012)

BATUBARA ( Coal  )

Batubara merupakan endapan sediment yang pada umumnya terbentuk pada lapisan yang berulang (multi seam), biasanya berada pada perselingan antara batu pasir dan tanah liat. Secara geologi umur batubara di Indonesia tergolong muda (Eocene dan Miocene). Batubara dapat digolongkan menjadi jenis Antrasit, Bituminus, Sub Bituminus dan Lignit. Sebagian besar batubara di Indonesia masuk  dalam golongan Bituminus dan Sub Bituminus.

Batubara di Kabupaten Tanggamus pada umumnya memiliki Kalori berkisar antara 5.500 – 6.300 dan dapat dijumpai di Pekon Tangkit Serdang dan Pekon Gading Pertiwi Kec. Pugung, Teluk Berak Pekon Way Nipah Kecamatan Pematang Sawa, Pekon Way Harong Kecamatan Air Naningan, Pekon Sidoharjo Kecamatan Kelumbayan Barat, Pekon Penyandingan Kecamatan Kelumbayan.

Beberapa perusahaan yang mengelola seperti : PT. Trisakti Muliatama, PT. Tanggamus Karya Alam dan PT.Bara Jaya Perkasa

Batubara pada umumnya digunakan sebagai sumber energi pada beberapa industri besar dan kecil serta sebagai sumber energi pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).   (Dinas Pertambangan dan Energi : 2012)

 

ZEOLIT ( Zeolite )

Zeolit merupakan senyawa alumina silika dengan logam alkali, endapan zeolit terdapat dalam batuan sediment piroklastik yang berbutir halus. Bahan galian zeolit di Kabupaten Tanggamus banyak dijumpai di Pekon Batu Balai Kecamatan Kota Agung Timur (sumber daya : 720.000 m³), Pekon Tengor dan Pekon Pertiwi Kecamatan Cukuh Balak (sumber daya : 2.000.000 m³) pengelola PT. Paragon Perdana Mining, Pekon Way Rilau Kecamatan Cukuh Balak (sumber daya = 600.000 m³).

Kegunaan untuk makanan ternak, penyerap bau, pengolahan limbah, pupuk dan katalis. (Dinas Pertambangan dan Energi : 2012)

 ANDESIT ( Andesite )

Merupakan batuan beku ekstrusi terdapat sebagai lava dan dike. Batu andesit di wilayah Kabupaten Tanggamus keterdapatannya tersebar merata di beberapa tempat, diantaranya Kecamatan Talang Padang (sumber daya : 2.700.000 m³), Kecamatan Kota Agung Timur (sumber daya 140.000 m³), Kecamatan Bulok (sumber daya : 5.250.000 m³), Kecamatan Cukuh Balak (sumber daya : 24.750.000 m³), Kecamatan Wonosobo (sumber daya 21.800.000 m³), Kecamatan Pematang Sawa (sumber daya : 3.000.000 m³), kegunaannya sebagai bahan bangunan dan konstruksi. (Dinas Pertambangan dan Energi : 2012)

BATU GAMPING ( Lime Stone )

Batu gamping atau batu kapur merupakan batuan sedimen karbonat yang terdapat di alam yang terbentuk akibat proses sedimentasi organis, kimiawi maupun mekanis, dimana dalam keadaan murni sebagai kristal-kristal kalsit (CaCO3). Batu gamping / batu kapur di Kabupaten  Tanggamus  banyak dijumpai pada  beberapa wilayah di Kecamatan Pugung, seperti di Pekon Gunung Kasih (sumber daya : 780.000 m³), Pekon Tanjung Kemala (sumber daya : 3.240.000 m³).

Beberapa perusahaan dan badan usaha yang telah mengusahakan diantaranya : CV.Tanjung Kemala Raya, CV.Sinar Bara Manik.

Kegunaan batu gamping diantaranya sebagai bahan baku utama pabrik semen, sebagai bahan dasar pembuatan kalsium, bahan kedokteran, pencegah penyakit tanaman dan untuk pembuatan pupuk, sebagai Flaux dan bahan tahan api pada industri logam  (Dinas Pertambangan dan Energi : 2012).

SENG

Seng merupakan bahan tambang yang ter­masuk dalam kelompok mineral logam. Berguna untuk atap bangunan, untuk peralatan dapur dll. Dijumpai di Pekon Tanjung Agung Kec.Pugung dan badan usaha yang telah mengusahakan adalah PT. Agathon Brothers (Dinas Pertambangan dan Energi : 2012).

 BENTONIT ( Bentonite )

Bentonit merupakan jenis mineral batuan lempung yang telah mengalami perubahan dan memiliki sifat fisik lunak dan licin seperti lilin, mudah pecah dan menyerap air atau sulfides. Jenis mineral bentonit  ada dua yaitu Ca bentonit dan Na bentonit  yang dapat di dijumpai di Dusun Umbul Solo  Pekon Tangkit Serdang  Kecamatan Pugung  (sumber daya : 600.000 m³).

Pada umumnya Ca bentonit banyak digunakan untuk Absorben, pemurnian dan penghilang warna dari suatu larutan, sebagai filter pada karet dan kertas, bahan dasar kosmetik dan medis, sedangkan Na bentonit pada umumnya digunakan sebagai Lumpur pemboran (mud logging) (Dinas Pertambangan dan Energi : 2012).

BELERANG ( Sulfur )

Sebagai akibat gejala panas bumi, pada umumnya banyak dijumpai Humarela (mata air panas) yang muncul di zona-zona lemah (sesar) yang ditandai dengan adanya kandungan belerang (sulfur) sebagai penciri uap panas. Belerang di wilayah Sumatera pada umumnya banyak dijumpai pada daerah-daerah gunung api  yang  masih  aktif seperti berarah Barat Laut Tenggara, searah dengan sistim sesar Semangko.  Belerang di Kabupaten Tanggamus dapat dijumpai di Pekon Suka Indah Kec. Ulu Belu.

Kegunaan belerang pada umumnya untuk industri Farmasi (obat-obatan) (Dinas Pertambangan dan Energi : 2012).

BATU APUNG ( Fumice )

Batu apung terbentuk akibat magma asap yang tersemburkan keluar akibat letusan gunung api, dan termasuk jenis batuan beku ekstrusi. Kabupaten Tanggamus yang secara geologis berada dalam jalur pegunungan Bukit Barisan merupakan jalur vulkanik yang potensial dalam pembentukan batu apung. Bahan galian ini  di  Kab.  Tanggamus   dapat   dijumpai di Pekon Tampang Kecamatan Pematang Sawa.

Banyak dipergunakan sebagai  bahan poles (penggosok), bahan bangunan konstruksi  ringan,  sebagai  (filler)  bahan pengisi dan sebagai isolator temperatur tinggi. (Dinas Pertambangan dan Energi : 2012)

 PASIR ( Sand )

Pasir termasuk dalam batuan sediment yang terjadi secara mekanis yang pada umumnya diendapkan di lingkungan air seperti sungai, muara, danau atau laut. Pasir di Kabupaten Tanggamus banyak dijumpai di Pekon Sri Kuncoro dan Pekon Karang Rejo Kecamatan Semaka, disepanjang aliran sungai Way Semaka Pekon Tugu Rejo dan Pekon Karang Anyar Kecamatan Wonosobo, Pekon Baros Kec. Kota Agung.

Pasir digunakan sebagai bahan bangunan dan konstruksi. (Dinas Pertambangan dan Energi : 2012)

 GRANIT ( Granite )

Merupakan batuan beku intrusi dengan kandungan mineral kuarsa berkisar antara 58 – 74 %. Kombinasi warna pada batu garanit umumnya antara putih, abu-abu dan hitam, terdapat sebagai batolit atau dike. Batu granit merupakan bahan galian yang sangat ekonomis, dan di Kabupaten Tanggamus dijumpai di Pekon Tulung Asahan (sumber daya : 6.000.000 m³), dan Pekon Kali Pasir Kecamatan Semaka dan Kecamatan Wonosobo.

Kegunaan batu   granit    selain   untuk bahan bangunan dan konstruksi juga digunakan sebagai ornamen.  (Dinas Pertambangan dan Energi : 2012)

 LEMPUNG ( Clay )

Disusun oleh mineral-mineral lempung, plastis dan pada umumnya memiliki warna hitam kelabu, hijau maupun kuning kemerahan. Lempung di wilayah Kabupaten Tanggamus banyak dijumpai di Pekon Gunung Kasih dan Pekon Tanjung Kemala Kecamatan Pugung, Pekon Way Ngison (sumber daya : 22.500.000 m³).

Lempung digunakan sebagai bahan baku utama pembuatan batu bata dan genteng. (Dinas Pertambangan dan Energi : 2012)

SILIKA ( Silica )

Merupakan batuan kuarsa yg bersifat masif dengan mineral penyusun utamanya SiO2 diatas 90 %. Mineral silika dijumpai di Pekon Gunung Kasih Kec. Pugung (sumber daya : 600.000 m³), disepanjang pantai Pekon Karang Anyar Kecamatan Wonosobo, di Pekon Air Kubang, Air Naningan dan Sinar Sekampung Kecamatan Air Naningan .

Kegunaan silika untuk industri kaca, semen, bata tahan api, pengecor logam, keramik, abrasif, silikon karbit, industri kimia dan masih banyak kegunaan lainnya. (Dinas Pertambangan dan Energi : 2012)