Sosialisasi Regulasi Pendidikan Inklusif

GISTING–Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Tanggamus, gelar sosialisasi regulasi pendidikan Inklusif di Aula Serumpun Padi, Kecamatan Gisting, Kamis (21/12). Kegiatan tersebut bertujuan agar tenaga pendidik, baik kepala sekolah, guru, pengawas memahami arti pendidikan inklusif.

Dalam sambutannya Wakil Bupati Tanggamus Hi. Samsul Hadi, M. Pd. I melalui Staf Ahli Bidang Kesejahteraan Masyarakat dan SDM, Jonsen Vanisa menyampaikan, pendidikan inklusif adalah sistem penyelenggaraan pendidikan yang memberikan kesempatan kepada semua peserta didik termasuk anak berkebutuhan khusus (ABK) untuk mengikuti pendidikan atau pembelajaran secara bersama-sama dalam lingkungan pendidikan/sekolah/kelas yang terbuka ramah tidak ada diskriminatif.

 

“Alhamdulillah kita telah memiliki Perbup Bupati tentang pembudayaan inklusif Kabupaten Tanggamus dengan maksud sebagai pedoman bagi satuan pendidikan, yang tujuannya untuk memberikan kepastian hukum dalam penyelenggaraan pendidikan inklusif/memberi kesempatan yang seluas-luasnya kepada ABK untuk memperoleh pendidikan serta mewujudkan pendidikan yang menghargai kenekaragaman dan tidak diskriminatif,”kata Jonsen Vannisa.

Pendidikan inklusif lanjutnya dengan kata lain mempunyai arti yakni pendidikan untuk anak berkebutuhan khusus yang bersekolah di sekolah umum. Sekolah reguler disarankan untuk menerima semua siswa tanpa memandang kekurangan.

 

“Saya harapkan melalui kegiatan ini, kedepan peserta dapat memahami tentang arti pendidikan inklusif sehingga nantinya dapat diterapkan di sekolah masing, tanpa ada dinding pemisah antara anak berkebutuhan khusue dengan anak pada umumnya, karena pada dasarnya pendidikan wajib dilaksanakan tanpa ada perbedaan,”ujarnya.

 

Sementara itu Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Pendidikan Inklusif Kabupaten Tanggamus Supriatno menyampaikan, terhitung sejak bulan Sepetember 2017, di Kabupaten Tanggamus telah dibentuk berdasarkan SK bupati dibentuk kelompok kerja (Pokja) pendidikan inklusif. Dengan telah dibentuknya SK tersebut lanjutnya maka saat ini telah dibentuk beberapa tahap kegiatan diantaranya, penyusunan SK pokja, kemudian sosialisasi pada Pokja, kemudian sosialisasi pada guru, Kepala Sekolah dan Pengawas lalu penyusunan regulasi dalam bentuk peraturan bupati tentang kebudayaan pendidikan inklusif.

“Berkaitan dengan itu, hari ini kita akan mensosialisasikan perbup Bupati kaitan dengan kebudayaan pendidikan inklusi di Tanggamus, lalu terakhir kegiatan ini akan diakhiri dengan desain dengan harapan pendidikan inklusi dilaksanakan di semua sekolah, dan Disdik tidak memperkenankan kepada kepala sekolah, guru menolak anak-anak berkebutuham khusus untuk mendapatkan pendidikan dan belajar,”terangnya.

 

Sementara itu, Atang Setiawan Narasumber dari Direktorat PKLK Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan menyampaikan, sejatinya pendidikan inklusif telah dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari akan tetapi, orang tua tidak menyadari bahwa telah menerapkan pendidikan inklusif, salah satu contohnya yakni pada saat membeli pakaian sekolah bagi anak-anaknya yang setiap anak memiliki ukuran baju berbeda, tidak hanya itu contoh pendidikan inklusif juga ditemukan dalam agama yakni dalam kewajiban shalat yang harus dilaksanakan akan tetapi dalam penerapannya berbeda, dikarenakan dengan kondisi fisik.

 

“Jika kita ibaratkan kita melihat gurun pasir dan melihat hamparan bunga yang ditumbuhi  bermacam jenis bunga, tentu akan membosankan jika kita hanya melihat gurun yang hanya ada bebatuan dan pasir saja, berbeda jika kita melihat hamparan bunga, begitu juga dalam pendidikan inklusif tentu akan menjenuhkan jika kita mengajar anak-anak pada umumnya, karena sekolah diibaratkan dengan taman dan akan indah jika dihiasi bermacam-macam jenia bunga, jangan lagi merasa tabu berbicara pendidikan inklusif,”tandasnya.

HUT Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Tanggamus Ke -18

KOTAAGUNG TIMUR–Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Tanggamus menggelar resepsi peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke 18, Senin (19/12) di gedung PKK Kabupaten Tanggamus. Dalam acara puncak itu dihadiri Wakilbupati Tanggamus Hi. Samsul Hadi, M. Pd. I, Wakil Ketua TP PKK Tanggamus yang juga Penasehat DWP Hj. Af’illah Samsul, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilingkungan Pemkab Tanggamus dan Camat.

Ketua Panitia Pelaksana Peringatan HUT,
Ny. Fariza Razi, M. Pd, dalam laporannya menyampaikan tema yang diambil dalam peringatan HUT adalah “Pengembangan kualitas istri aparatur sipil negara (ASN) menuju ketahanan keluarga.

” Maksud dan tujuan peringatan HUT DWP ke 18 tahun 2017 ini adalah dapat memperkuat rasa kebersamaan dan bangga terhadap organisasi serta sebagai bentuk partisipasi dan kontribusi terhadap program pemerintah, ” kata dia.

Ditambahkan Ketua DWP Tanggamus Ny. Arjuliati Syam Andi bahwa peringatan HUT DWP ke 18 ini merupakan wahana dan sarana untuk lebih meningkatkan koordinasi, kerjasama dan konsultasi mengenai berbagai permasalahan yang muncul di dalam organisasi. “Juga dilakukan evaluasi mengenai keberhasilan, hambatan, tantangan serta peluang mengenai program yang telah dilaksanakan oleh DWP selama kurun waktu 1 tahun,” katanya.

Dilanjutkan Arjuliati, bahwa rangkaian peringatan HUT DWP sudah dimulai sejak 23 November lalu dengan menggelar seminar tentang ketahanan keluarga “Mendidik Anak dengan Cinta”, lalu pada tanggal 24 November digelar berbagai lomba, seperti tarik tambang, bakiak, merias tanpa kaca, solo song baik untuk unit pelaksana Kecamatan maupun unit pelaksana SKPD. “Dan pada peringatan puncak digelar lomba merias tumpeng yang pesertanya sebayak 55 peserta. Lalu pada hari ini juga diserahkan tropi dan uang pembinaan bagi peserta yang juara lomba,” kata dia.

Sementara itu, Wabup Tanggamus Hi Samsul Hadi, M. Pd. I meminta kepada seluruh anggota DWP untuk meningkatkan kualitas diri dan mengurangi jiwa konsumtif. “Harus lebih sabar, bantu suaminya dalam menyelesaikan masalahnya, jangan biarkan suami curhat dengan orang lain, seorang istri ASN apalagi pejabat harus mampu menampung apapun keluhan suami, jadilah motivator bagi suami agar bekerja giat demi pengabdian bagi negara, ” kata Samsul.

MPAL Tanggamus Sampaikan 5 Petisi Pelestarian Adat Istiadat Lampung

KOTAAGUNG– Majelis Penyimbang Adat Lampung (MPAL) Kabupaten Tanggamus sampaikan lima petisi dalam upaya menjaga kelestarian adat istiadat budaya Lampung. Petisi disampaikan dalam musyawarah adat yang bertempat di rumah adat Tanggamus, di Kelurahan Kuripan Kecamatan Kotaagung, Selasa (19/12). Yang dihadiri oleh Wakil Bupati Tanggamus, Hi. Samsul Hadi, M. Pd. I.

Lima petisi yang disampaikan oleh Yurizal Sempeno Gelar Wira Krama yakni agar mengangkat kembali tradisi melawai dibuat pesta besar, pemberian gelar Batin Mangunang dengan rumah sakit umum daerah Kabupaten Tanggamus menjadi rumah sakit umum daerah Batin Mangunang, menggunakan bahasa lampung pesisir dengan lembaga pemerintahan Kabupaten Tanggamus dan instansi yang lain serta lembaga pendidikan supaya dilaksanakan sehari dalam seminggu dan dijadikan peraturan daerah (Perda), memakai pakaian adat teluk belanga bagi laki laki, dan kebaya tapis bagi perempuan supaya dilaksanakan sehari dalam sebulan dan dijadikan perda, pemberian nama rumah adat Tanggamus menjadi rumah adat Andan Muakhi Kabupaten Tanggamus, serta penetapan SK tim Formatur MPAL Tanggamus periode 2017-2022.

“Petisi Berdasarkan surat permohonan dari dewan komite kehormatan Sai Batin Kabupaten Tanggamus tanggal 14 November 2017 kepada Bupati Tanggamus, dan agar kiranya petisi yang telah saya sampaikan tersebut dijadikan pedoman dan kiranya ditetapkan menjadi peraturan daerah,”kata Yurizal.

Sementara itu Wabup Tanggamus Hi. Samsul Hadi, M. Pd. I gelar Pangeran Penata Tanggamus satu, menyambut baik petisi yang telah disampaikan tersebut, yang mana menurutnya dalam waktu dekat ini akan dibuatkan peraturan bupati (Perbup) terlebih dahulu, sedangkan untuk nama rumah sakit menurutnya telah dibuat peraturan daerah (Perda) dan telah diajukan kepada DPRD, dan pada tanggal 21 Desember nanti akan disahkan.

 

“Kenapa harus kita ganti namanya menjadi Batin Mangunang, karena nama tersebut belum pernah kita gunakan untuk nama apapun, anak-anak kita juga sebagian besar tidak tahu, untuk itu nama Batin Mangunang akan kita gunakan menjadi nama Rumah Sakit, ini tujuannya untuk memberikan kebanggaan bahwa kita dahulunya mempunyai pejuang yang luar biasa,”

Ia juga menambahkan kelestarian adat istiadat harus senantiasa dilakukan ini supaya agar adat budaya tidak hilang dan tergerus, untuk mengantisipasi hal itu diperlukan kerjasama antara tokoh adat dan juga Pemkab Tanggamus agar adat istiadat tetap lestari.

 

“Sekarang banyak anak-anak yang mungkin ibu dan bapaknya asli Lampung namun tidak lagi paham bahasa Lampung, selain itu peninggalan orang tua dan sesepuh kita seperti kesenian juga perlahan tergerus karena pesatnya tekhnologi, untuk itu mari kita bersama-sama bagaimana mengenalkan kembali kesenian dan tradisi budaya Lampung, agar anak dan cucu kita memahami dan mempelajarinya,”kata Wabup.

Dalam laporannya, Kepala Disbud Tanggamus, Gandung Hartadi menyampaikan, dasar pelaksanaan kegiatan tersebut yakni DPA Dinas Kebudayaan Tanggamus tahun 2017, serta hasil musyawarah pertama unthk menyampaikan hal-hal yang dipandang perlu untuk diadikan peraturan daerah sehingga memiliki dasar hukum kedepannya.

“tujuan dilaksanakannya musyawarah ini adalah, untuk bersama sama menjalin silaturahmi, dan membangun budaya Tanggamus yang luhur ini agar kedepan Tanggamus lebih agung dan lebih bijaksana sehingga Tanggamus tidak dipandang sebelah mata oleh kabupaten lainnya, yang mana budaya menjadi pijakan kita semuanya dalam kehidupan sehari-hari,”tandasnya.

Wabup Terima DIPA Tahun 2018

Bandar Lampung — Wabup Hi. Samsul Hadi, M.Pd.I., menghadiri acara penyerahan dokumen Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun Anggaran 2018. Dokumen tersebut diserahkan oleh Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Kementerian Keuangan RI Provinsi Lampung, Alfiker Siringoringo bersama Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo, kepada Instansi Vertikal dan Kepala Daerah Kabupaten/Kota se Provinsi Lampung, di Ruang Sungkai Balai Keratun, Kantor Gubernur Lampung, Senin (18/12/2017).

Dalam sambutannya Gubernur Lampung meminta agar seluruh Kepala Daerah bisa menyerahkan segera DIPA itu kepada SKPD di masing-masing daerah. “Secepatnya pada Desember ini juga harus diserahkan, agar pelaksanaan program pembangunan dapat berjalan di awal tahun depan,” katanya.

Selain itu, Gubernur meminta kepada para Kepala Daerah agar seluruh kegiatan dilaksanakan dengan baik dan cepat. “Seluruh kegiatan tahun 2018 harus lebih baik dan cepat,” kataGubernur.

Ditambahkan oleh Gubernur, esensi daripada penyerahan ini adalah bentuk pelaksanaan dari sinkronisasi pemerintahan. Hal ini adalah contoh komplit dari bentuk kesatuan suatu Negara, dimana bentuk solidaritas dari tingkat pusat hingga tingkat daerah hingga bersama dengan instansi vertikal, maka Gubernur sebagai wakil Pemerintah Pusat di daerah, dalam rangka menjaga soliditas dan koordinasi unsur Pemerintah Aparatur Negara RI.

Ia juga berpesan kepada seluruh pihak penyelenggara anggaran agar melaksanakannya secara sinergis dan terus dipantau dan dievaluasi penggunaan dan pelaksanaannya.

“Pengelolaan fiskal tahun 2018 yang saya serahkan ini, sebagai simbol pengelolaan keuangan di tahun 2018. Saya berharap kepada penyelenggara anggaran agar APBN dilaksanakan secara sinergis dan terus dipantau dan dievaluasi pelaksanaan dan pengunaannya,” jelas Gubernur.

Sementara itu Dalam laporannya Alfiker menyampaikan bahwa anggaran Kementerian dan lembaga diproritaskan untuk melaksanakan tugas dan fungsi sebagai pelaksana pembangunan, yang utamanya mengatasi kesenjangan, kemiskinan, pembangunan infrastruktur, memacu sektor unggulan, perbaikan aparatur negara dan pelayanan pemerintah, serta meningkatkan pertahanan, keamanan dan penyelenggaran demokrasi.

Selain itu dikatakan, belanja pemerintah merupakan pembentuk produk domestik bruto melalui kebijakan fiskal, dalam wujud intervensi Pemerintah. Oleh karena itu anggaran tersebut harus direalisasikan tepat waktu, untuk mencapai hasil yang dirasakan masyarakat secara berkesinambungan.

Alfiker juga berharap, dengan diserahkannya DIPA tahun anggaran 2018 ini, Pemda segera menyelesaikan pembahasan RAPBD Kabupaten dan Kota, agar bisa secepatnya disahkan, sehingga tidak sampai melampaui batas waktu yang ditetapkan.

“Setelah disahkan, agar segera dipantau tahapan evaluasinya dengan pro aktif dari Bappeda-nya, seperti untuk Provinsi di Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri), sedangkan Kabupaten dan Kota di Pemerintah Provinsi Lampung. Bahkan jika perlu membentuk tim khusus dengan sistem kerja cepat, agar hitungan hasil evaluasinya bisa secepatnya diserahkan kembali,” tutupnya. (Deni-Kominfo)

Tanggamus Berpartisipasi dalam Lampung Fair 2017

Bandar Lampung — Kabupaten Tanggamus mengikuti Lampung Fair 2017, yang digelar sejak tanggal 15 s/d 29 Desember di PKOR Way Halim Bandar Lampung, yang mana event ini merupakan agenda tahunan Pemerintah Provinsi Lampung, untuk mempromosikan daerah dan memberikan hiburan kepada masyarakat Provinsi Lampung.

Acara yang dibuka secara resmi oleh Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo ini diikuti oleh 14 Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung. Selain itu terdapat juga 384 Stan dari unsur pemerintahan, swasta dan organisasi yang mengikutinya.

Untuk memeriahkan dan memberikan hiburan kepada masyarakat, pada Lampung Fair 2017 ini juga dihadirkan beberapa artis ibu kota, seperti Sheila On 7, Jenita Janet, Saint Locco, Arda Naff, dan banyak lagi artis lainnya.

Turut hadir pada acara pembukaan, Wakil Bupati Tanggamus Hi. Samsul Hadi, M.Pd.I., didampingi Wakil Ketua TP PKK Hj. Af’illah, S.Pd.I., bersama Forkopimda dan Jajaran Pejabat Struktural Pemkab Tanggamus.

Pada Lampung Fair 2017 ini Kabupaten Tanggamus menampilkan berbagai potensi pariwisata, kerajinan serta berbagai komoditas unggulan yang ada di Kabupaten Tanggamus, sesuai dengan  tema Lampung Fair 2017 “The Treasure of Sumatera.”

Kabupaten Tanggamus juga menampilkan pagelaran kesenian tradisional dari Kabupaten Tanggamus. Baik yang ditampilkan di Anjungan Kabupaten Tanggamus maupun di Panggung Utama Lampung Fair 2017.

Selain itu terdapat juga door prize  disediakan oleh Anjungan Kabupaten Tanggamus, berupa LED TV 32″, Lemari Es, Mesin Cuci, Tiket Pesawat Expres Air Pergi-Pulang Lampung-Bandung, Voucher Wisata Teluk Kiluan, serta sejumlah peralatan elektronik lainnya.

Wakil Bupati Tanggamus Hi. Samsul Hadi, M.Pd.I., disela acara pembukaan menyampaikan bahwa melalui Lampung Fair ini, diharapkan akan semakin meningkatkan daya tarik Kabupaten Tanggamus, khususnya dari sektor pariwisata, sehingga akan meningkatkan wisatawan untuk berkunjung ke Kabupaten Tanggamus,” katanya.

Sekprov Tinjau Anjungan Tanggamus

Usai acara pembukaan, Tim Peninjau Lampung Fair Pemrov Lampung meninjau sejumlah anjungan dan stan yang mengikuti Lampung Fair 2017. Dimana untuk Anjungan Kabupaten Tanggamus, dikunjungi oleh Tim Peninjau yang dipimpin oleh Sekda Provinsi Lampung, Ir. Sutono, MM.

Dalam kunjungan tersebut, Wabup Hi. Samsul Hadi, M.Pd.I., didampingi Sekdakab Tanggamus Andi Wijaya, ST, MM., menjelaskan bahwa Anjungan Kabupaten Tanggamus pada Lampung Fair 2017 ini menonjolkan potensi pariwisata dan seni budaya daerah yang ada, sesuai dengan tema Lampung Fair 2017 “The Treasure of Sumatera.”

Dimana pariwisata Tanggamus selama ini sudah sangat dikenal, seperti Teluk Kiluan, air terjun Way Lalaan, Waduk Batutegi dll. Selain itu masih banyak objek-objek wisata alam lainnya yang juga menarik untuk dikunjungi, yaitu dengan banyaknya air terjun di Bumi Begawi Jejama, sebagaimana yang ditampilkan melalui spot-spot yang ada di anjungan Kabupaten Tanggamus.

Selain itu Wabup juga menyampaikan bahwa saat ini Pemkab Tanggamus tengah membangun objek wisata bahari Muara Indah, yang lokasinya di pesisir pantai Kota Agung, dimana di lokasi ini akan dibangun Patung Bung Lumba setinggi 13 meter yang akan menjadi ikon Kabupaten Tanggamus. Tentunya dengan bertambahnya keragaman objek wisata di Kabupaten Tanggamus akan menambah khasanah wisata di Provinsi Lampung, dalam rangka meningkatkan kunjungan wisatawan lokal dan mancanegara ke Provinsi Lampung.

Sekdaprov juga tampak antusias melihat dan bertanya tentang tampilan yang ada di Anjungan Kabupaten Tanggamus, termasuk menikmati susu sapi segar dan eksrak kulit manggis yang disajikan. (Tim-Kominfo)

Wabup Ambil Sumpah Janji PNS

Kota Agung — Rabu (13/12) Wakil Bupati (Wabup) Tanggamus Hi. Samsul Hadi, M.Pd.I., mengambil Sumpah Janji 300 Pegawai Negeri Sipil (PNS), dilingkungan Pemkab Tanggamus.

Dalam sambutannya Wabup mengatakan, bahwa berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 11 tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil, pada bagian ke VIII Pasal 39 ayat (1), dinyatakan setiap Pegawai Negeri Sipil diwajibkan untuk mengangkat sumpah dihadapan atasan pejabat yang berwenang.

Wabup melanjutkan pengambilan sumpah merupakan suatu ikrar dalam melaksanakan tugas kedinasan dengan penuh tanggung jawab, sesuai tugas pokok dan fungsinya sebagai PNS dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Sumpah yang saudara ikrarkan pada hakekatnya, merupakan suatu bukti kesanggupan untuk mentaati aturan yang berlaku, yang tidak hanya disaksikan oleh kita semua yang hadir disini tetapi juga disaksikan oleh Tuhan Yang Maha Esa,” Tegasnya.

Wabup menambahkan untuk PNS yang baru maupun yang lama hendaknya tetap menjaga sumpah janji yang telah diucapkan. Pembocoran rahasia jabatan dan rahasia negara kepada pihak-pihak yang tidak berkepentingan merupakan salah satu bentuk pelanggaran terhadap sumpah janji yang telah diucapkan.

“Menjadi Pegawai Negeri Sipil itu merupakan rahmat dan juga merupakan beban, kenapa dikatakan beban karena pegawai negeri sipil terikat dengan aturan-aturan yang ada sehingga membatasi prilaku kita sehari-hari,” jelasnya.

Dia melanjutkan PNS merupakan amanah dari sang pencipta, agar amanah itu dapat mempunyai nilai tambah, bermanfaat untuk orang lain dan diri sendiri.

“Kita harus mencintai pekerjaan sehingga menghasilkan karya yang lebih baik,” harapnya.

Pengambilan sumpah janji tersebut diikuti 300 PNS terdiri dari tenaga teknis pendidikan, tenaga teknis kesehatan serta 8 PNS Kecamatan, yaitu Kecamatan Semaka, Limau, Bandar Negeri Semuong, Kota Agung Barat, Kota Agung Timur, Bulok, Sumberejo dan Pematang Sawa. (Deni-Kominfo).

Dinsos menyelenggarakan SLRT

Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Tanggamus menyelenggarakan Kegiatan Sosialisasi Aplikasi Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu (SLRT), yang berlangsung di Aula Hotel 21 Gisting, Kecamatan Gisting, Rabu (13/12).

Dalam sambutan Wakil Bupati Tanggamus Hi. Samsul Hadi mengatakan, bahwa hampir semua kegiatannya Dinsos langsung menyentuh kemasyarakat dan juga merupakan perpanjangan tangan dari Kementerian Sosial dalam menyampaikan Program Bantuan terhadap masyarakat Fakir Miskin, yang terkena musibah bencana, baik bencana alam, bencana Sosial ataupun Cacat Berat.

“Banyak bantuan yang telah dikucurkan oleh Pemerintah melalui Dinas Sosial kepada masyarakat miskin dan kurang mampu,” kata Samsul

Wabub melanjutkan, Dinsos juga memiliki kurang lebih 220 orang mitra kerja yang tersebar diseluruh wilayah Kabupaten Tanggamus, ini merupakan potensi besar yang perlu terus dilatih, dibina dan diberdayakan.

“Program Pemerintah yang berkaitan dengan bantuan tentunya harus didukung dengan data yang benar dan akurat, sekarang ini masih terdapat bantuan yang salah sasaran dimana orang yang dianggap mampu mendapatkan bantuan, sedangkan yang kurang mampu belum semua mendapat bantuan dan ini di akibatkan karna kita masih memakai data lama yang belum di validasi,” jelasnya

Dia menambahkan Mudah-mudahan dengan Sosialisasi Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu (SLRT) Versi ll dapat merubah data secara lansung dan cepat dan untuk 71 peserta Sosialisasi menjadi ujung tombak pendataan, yang bisa mendapatkan data yang benar dan akurat sehingga bantuan yang dikucurkan oleh Pemerintah tidak salah sasaran.

“Ikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh sampai selesai,” harapnya

Sementara itu laporan ketua panitia Ismail menjelaskan peserta yang mengikuti kegiatan berjumlah 71 peserta yang terdiri dari fasilitator SLRT seluruh tanggamus sebanyak 50 peserta, petugas pusat kesejahteraan sosial (Puskesos) dari dua pekon yaitu Pekon Gisting Bawah dan Pekon Batu Kramat sebanyak 12 peserta. Kemudian dari manajer, supervisor fron dan back office SLRT 9 peserta

“Kegiatan dilaksanakan selama tiga hari dari tanggal 13-15 desember 2017, pelaksanaan sosialisasi dimulai dari jam 08.00-16.00 Wib,” kata Ismail.

Ia melanjutkan kegiatan tersebut menghadirkan enam narasumbar yaitu, dari Kementerian Sosial RI 2 orang, Badan Perencanaan Daerah 1 orang, lalu dari Badan Pusat Statistik 1 orang dan Dinas Sosial 2 orang.

“Materi terkait SLRT diantaranya, Konsep SLRT, Pengembangan Kelembagaan dan Penjangkauan SLRT, Pengisian Form PBDT 2015, kemudian Mekanisme Penganggaran dan peranan, Bappeda di SLRT dan Aplikasi Menejer,” jelasnya.

Lomba Apresiasi Bunda PAUD Pekon Berprestasi  Tingkat Kabupaten Tanggamus Tahun 2017

Tanggamus — Selasa (12/12) Wakil Bupati Tanggamus Hi.Samsul Hadi,M.Pd.I yang diwakilkan oleh Kepala Dinas  pendidikan Johansyah, MM. menghadiri acara Lomba Apresiasi Bunda PAUD Pekon Berprestasi  Tingkat Kabupaten Tanggamus Tahun 2017 yang di tempatkan di Halaman Gedung PKK Komplek Pemerintah Kabupaten Tanggamus.

Turut Hadir dalam acara tersebut Wakil Ketua TP PKK Hj. Af’illah,S.Pd.I, Ketua Persit Chandra Kiran Kodim 0424 Tanggamus,Ketua Bayangkari atau yang mewakili, Para Kepala OPD Terakit, Koramil Kotaagung julian Abri,Perwakilan dari kapolres Joko.s, para Camat se kab. Tanggamus, dan Seluruh Peserta Bunda PAUD Pekon Berprestasi se Kec.Kabupaten Tanggamus.

Dalam Laporan Kabid BPLK Disdik Saifuddin Juhri, beliau menyampaikan berdasarkan surat keputusan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tanggamus nomor: 420/1654/18/04/2017 tanggal 27 November 2017 tentang panitia pelaksana dan Tim Juri Lomba Apresiasi Bunda Paud berprestasi Kegiatan Pembinaan dan Peningkatan Peran Bunda kabupaten Tanggamus Tahun 2017.

 

Tujuan Kegiatan Lomba Apresiasi Bunda Paud Pekon berprestasi Kabupaten Tanggamus ini merupakan bentuk penghargaan kepada peran dan fungsi Bunda Paud Pekon dalam mendukung Program PAUD di Pekon masing-masing. Bunda Paud pekon

hendaknya menjadi garda terdepan dalam pelaksanaan pemberian pelayanan paud diKabupaten Tanggamus serta meningkatkan inovasi dan kreatifitas bunda paud pekon di Kabupaten Tanggamus.

 

Adapun Sasaran kegiatan 302 orang bunda paud pekon se Tanggamus.

 

Selanjutnya penetapan pemenang lomba apresiasi bunda paud pekon berprestasi ,kegiatan pembinaan dan peningkatan peran bunda paud dikabupaten tanggamus tahun 2017.Kepala Dinas Pendidikan Tanggamus menetapkan bahwa dengan undang-undang nomor 20 tahun 2003  tentang sistem pendidikan nasional (lembaran negara republik indonesia tahun 2003 nomor 78 , tambahan lembaran negara republik indonesia tahun 4301) serta permendiknas nomor 58 2009 tentang standar pendidikan anak usia dini.

Daftar pemenang lomba apresiasi bunda paud berprestasi Kabupaten Tanggamus tahun 2017: 1. Lasiah pekon campang tiga kec.kotaagung dengan nilai 1150 Juara 1, 2.Lana Restuni pekon sukarame kec. talang padang dengan nilai 1145 Juara 2, 3. Indah Mulyana Pekon Kutadalom kec.gisting dengan nilai 1905 Juara 3, 4. Sumiyati pekon tanjung agung kotaagung barat dengan nilai 1075 juara Harapan I. 5. Helfa Yanti pekon wayliwok kec.wonosobo dengan nilai 1050 Juara Harapan II. 6. Reni kartika pekon singosari  kec talang padang 980 Juara harapan III.

Dalam sambutan Ketua TP PKK Kabupaten Hj. Af’illah, S.Pd.I disamapikan bahwa peran bunda paud dalam rangka mewujudkan generasi bangsa yang berkuwalitas sangat strategis, Bunda paud sebagi istri camat,istri kepala pekon punya peran mempengaruhi suami dalam membuat kebijakn peduli paud. Dalam membuat anggaran dapat mengajak masyarakat untuk peduli pendidikan ,karena itu bunda paud harus terus meningkatkan kualitas diri lebih2 tentang paud. Kegiatan ini jangan hanya dimakn sebagai lomba tetapi harus dijadikan momentum sarana silaturahmi dan ajang saling tuker konsep dan pengalaman pengembangan dan pengelolaan paud,serta peduli pendidikan harus dijadikan gerakan semua pemerintah dan masyarakat.

 

Harapan saya dalam setiap lomba tentunya ada yang menjadi juara atau belum menjadi juara, kepada yang mendapatkan juara saya ucapkan selamat dan terus tingkatkan kemampuan dan yang belum mendapatkan juara jangan berkecil hati.Ini adalah ajang untuk belajar dan membuka wawasan untuk tau banyak hal bagaimana menjadi bunda paud dan apa yang harus dilakukan.

Sementara dalam sambutan Wakil Bupati Tanggamus yang di wakilkan oleh Kadis Pendidikan Johansyah, MM. disampaikan bahwa keberhasilan pembinaan dan pengembangan peran bunda paud pekon pada akhirnya akan terlihat/tercermin pada kreatifitas dan inovasi dari bunda paud pekon itu sendiri dan ini merupakan dampak yang diharapkan dari keseluruhan pola pembinaan dan pengembangan peran bunda paud. Hal ini dikarenakan bunda paud merupakan wadah yang harus peduli dengan keberadaan pendidikan anak usia dini dilingkungan pekonnya masing2 dengan memberikan sumbangan pemikiran ,sosialisasi dan pergerakan pelaksanaan paud ditingkat desa/kelurahan karena pendidkan anak usia dini adalah merupakan investasi masa depan bangsa indonesia.

Pemerintah Kabupaten Tanggamus secara maksimal telah berusaha agar seluruh bunda paud pekon yang ada di kabupaten tanggamus dapat berpartisipasi dalamkegiatan lomba bunda paud pekon dengan harapan dapat memberikan sumbangan pemikiran agar terciptanya kreatifitas dan inovasi.

Dua Hari Wabup Terima Dua Penghargaan Tingkat Nasional

Yogyakarta/Surakarta — Dalam dua hari Wakil Bupati Tanggamus Hi. Samsul Hadi, M.Pd.I., menerima dua penghargaan Tingkat Nasional.

Penghargaan pertama yaitu sebagai Terbaik Penanaman dan Pemeliharaan Pohon dari Presiden RI Joko Widodo, yang diserahkan pada acara pencanangan Bulan Menanam Pohon se Indonesia di Desa Karang Asem, Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta, Sabtu (9/12/17).

Penghargaan ini diberikan kepada Provinsi, Kabupaten dan Kota Terbaik dan Terbanyak dalam Penanaman dan Pemeliharaan Pohon. Dimana Kabupaten Tanggamus terpilih sebagai Kabupaten Terbaik.

 

Adapun penghargaan kedua yaitu sebagai Kabupaten Peduli Hak Azazi Manusia (HAM), yang diserahkan oleh Menteri Hukum dan HAM Yasona Laoly, di Hotel Sunan, Surakarta, pada Peringatan Hari HAM Sedunia ke 69 Tahun 2017, Minggu (10/12).

 

Penghargaan ini diberikan kepada daerah yang dinilai memiliki kepedulian terhadap HAM yang baik, melalui penilaian yang dilakukan oleh Kementerian Hukum dan HAM RI. Dimana Kabupaten Tanggamus memperoleh nilai 79.68, yang merupakan nilai yang baik dalam penilaian tersebut.

Jika pada penghargaan pertama Tanggamus merupakan satu-satunya Kabupaten yang menerima penghargaan. Pada penghargaan kedua ini Kabupaten Tanggamus merupakan salah satu dari enam kabupaten/kota di Provinsi Lampung yang juga menerima penghargaan sejenis.

 

Atas penghargaan tersebut Wakil Bupati Tanggamus Hi. Samsul Hadi berterima kasih kepada masyarakat Tanggamus yang terus mendukung pemerintah selama ini.

 

“Alhamdulillah kami menjadi mendapat penghargaan terbaik penanaman pohon tahun 2016 dan juga sebagai Kabupaten Peduli HAM. Saya bangga atas prestasi yang kita dapat saat ini, semoga ke depannya lebih baik,” ujar Wabup. (Deni/Kominfo)

Pemkab Tanggamus Raih Peringkat ke III Anugerah Keterbukaan Informasi Tingkat Provinsi Lampung

Bandar Lampung — Pemerintah Kabupaten Tanggamus kembali meraih penghargaan, kali ini sebagai Terbaik ke III Anugerah Keterbukaan Informasi Kategori Pemerintah Kabupaten/Kota se Provinsi Lampung, dari Komisi Informasi Provinsi Lampung.
Penyerahan penghargaan dilakukan oleh Wakil Gubernur Lampung, Hi. Bachtiar Basri dan diterima oleh Kepala Dinas Kominfo Tanggamus mewakili Wakil Bupati Tanggamus Hi. Samsul Hadi, bertempat di Ballroom Hotel Sheraton, Bandar Lampung.
Penganugerahan Pemeringkatan Keterbukaan Informasi Badan Publik Tingkat Provinsi Lampung Tahun 2017 ini sendiri diselenggarakan oleh Komisi Informasi Provinsi Lampung, dengan 5 Kategori, yaitu 1) Pemerintah Kabupaten/Kota. 2) Instansi Vertikal di Lampung. 3) BUMN/BUMD se Prov Lampung. 4) OPD Pemerintah Provinsi Lampung dan 5) Perguruan Tinggi.
Adapun Pemeringkatan Keterbukaan Informasi Badan Publik, untuk kategori Kabupaten/Kota, Kabupaten Tanggamus mendapatkan peringkat ke 3, setelah Kabupaten Pesawaran di Peringkat 2 dan Lampung Barat di Peringkat Pertama. Disusul pada peringkat 4, Kabupaten Tulang Bawang Barat dan ke 5 Kabupaten Way Kanan.
Sedangkan kategori Instansi Vertikal : 1. BPK RI Perwakilan Lampung 2. Pengadilan Tinggi Bandar Lampung 3. Polda Lampung 4. BPKP Lampung 5. Kanwil Agama Provinsi Lampung.
Sementara untuk Kategori BUMN/BUMD : 1. PTPN VII, 2. PT.KAI Divisi 4 Tanjung Karang, 3. PT.PLN PERSERO Lampung, 4. BPJS Provinsi Lampung dan ke 5. PT. Pelindo II.
Untuk Kategori OPD Provinsi, 1. BAPPEDA 2. Kesehatan 3. ESDM 4. BPJSDM 5. Perhubungan, dan untuk kategori Perguruan Tinggi : 1. ITERA 2. IAIN Metro 3. Perguruan Raden Intan Lampung 4.Universitas Teknokrat 5. Universitas Terbuka Lampung.
Dalam sambutannya Wagub Hi. Bachtiar Basri, berpesan bahwa keterbukaan informasi memang harus transparan tetapi jangan sampai disalah artikan.
Sementara Ketua Komisi Informasi Provinsi Lampung Dery Hendrian, mengatakan bahwa ini kegiatan untuk yang kedua kalinya, karena pada tahun 2016 yang lalu juga sudah pernah dilaksanakan. Dalam UU No. 14 Tahun 2008 Keterbukaan Informasi Publik hak untuk mendapatkan data/informasi itu terdiri dari 3 yaitu 1. Transparansi, 2. Partisifatif dan 3. Akuntabel.
Adapun Kepala Dinas Kominfo Drs. Sabaruddin yang juga selaku Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Kabupaten Tanggamus menyampaikan prestasi ini tercapai berkat Komitmen Pimpinan dan Jajaran Pemkab Tanggamus yang telah mendukung pelaksanaan keterbukaan informasi publik di Kabupaten Tanggamus.
“Prestasi ini tentunya tercapai berkat komitmen dari Pimpinan dan jajaran Pemkab Tanggamus dalam melaksanakan ketentuan sesuai UU Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Salah satunya adalah menyampaikan informasi penyelenggaraan pemerintahan melalui website www.tanggamus.go.id., sehingga masyarakat luas bisa mengakses informasi melalui website tersebut,” terang Sabaruddin.
“Kedepan kita akan berupaya untuk meningkatkan pelaksanaan keterbukaan informasi publik di Kabupaten Tanggamus, dalam rangka memberikan pelayanan informasi publik yang prima kepada masyarakat,” tutupnya. (Ria-Kominfo)