Wabup Ajak Tingkatkan Kualitas Pendidikan Anak Usia Dini

Kota Agung — “Pekerjaan kita yang paling berat hari ini adalah berpikir kualitas bukan kuantitas, karena kualitas dunia pendidikan yang paling penting, kalau kuantitas atau jumlah murid di Kabupaten Tanggamus sudah lumayan baik, namun untuk kualitas perlu kita tingkatkan terus.”

Hal itu dikatakan Wakil Bupati Tanggamus Hi. Samsul Hadi, M.Pd.I., saat menghadiri dan membuka Acara Seminar Parenting Bunda PAUD Kabupaten Tanggamus Senin (14/11) di Gedung PGRI Kelurahan Kuripan, Kecamatan Kota Agung.

Dalam acara yang dilaksanakan dengan tema “Mendidik Dengan Cinta” itu, Wabup didampingi Wakil Ketua TP PKK Hj. Af’illah, S.Pd.I., Kepala Dinas Pendidikan, para Camat beserta Bunda PAUD Kecamatan, Uspika, para KUPT Kecamatan.

Seminar ini sendiri dilaksanakan untuk Zona 2 Kabupaten Tanggamus, yang dilaksanakan secara serentak oleh enam Kecamatan, yaitu; Kota Agung, Kota Agung Timur, Gisting, Gunung Alip, Talang Padang dan Pugung.

Wabup juga menyatakan bahwa pendidikan itu sangat penting untuk melakukan perubahan di Kabupaten Tanggamus. Oleh karenanya beliau berterimakasih kepada HIMPAUDI Kabupaten dan HIMPAUDI Kecamatan yang terus rutin melakukan kegiatan kegiatan dalam rangka peningkatan dunia pendidikan khususnya pendidikan anak usia dini.

Lebih lanjut Wabup mengajak kepada seluruh Bunda PAUD Pekon untuk terus mensosialisasikan atau mengajak kepada masyarakatnya untuk belajar sedini mungkin. Tak lupa juga kepada para Guru atau tenaga pendidik, Wabup mengucapkan terimakasih yang sebesar besarnya atas kegigihan mereka dalam mengajar atau mendidik selama ini.

Lebih lanjut Wabup menyampaikan bahwa anggaran tahun ini harus dimanfaatkan sebesar besarnya untuk pendidikan Parenting. Termasuk pendidikan Parenting Bunda Bunda PAUD Pekon. Selain itu Wabup juga menginginkan agar HIMPAUDI melakukan kegiatan pembelajaran atau Workshop Keliling se Kabupaten Tanggamus yang melibatkan Bunda PAUD Pekon dan Wali Murid, dengan anggaran yang akan dibantu oleh Pemerintah Daerah. (Deni-Kominfo)

Wakil Bupati Tinjau Lokasi Jembatan Gantung Banjar Negoro Kanoman yang Jebol

Semaka- Senin (13/11) Wakil Bupati Kabupaten Tanggamus H. Samsul Hadi, M. Pd. I Meninjau lokasi jembatan Gantung Banjar Negoro Kanoman yg Jebol dan memakan Korban Dua Orang Pelajar Danang 16 Tahun Warga sedayu kec. Semaka yg sampai sekarang belum di temukan sedangkan yg selamat Muhammad rido warga Banjar negoro. Kejadian minggu malam pukul 03.00 WIB (12/11).

Wabup menyampaikan Jembatan sudah di perbaiki kembali sementara korban belum di temukan, Untuk Pembangunan Jembatan Anngaran 2018 dengan Lebar 6 meter dan di prioritaskan lelang awal harapan awal Maret 2018 dan sudah mulai di kerjakan Untuk sementara jembatan bisa di lewati kembali tetapi secara bergantian dan akan di tambah kembali tali / seling. Sedangkan jembatan tsb terakhir di rehab pada tahun 2009.

Wabup menghimbau kepada Masyarakat yg melintasi jembatan untuk berhati-hati dan di sarankan utk lewat jembatan karang anyar walaupun agak jauh sedikit tetapi aman.
Untuk Korban yg hilang Wabup Optimis akan segera di temukan oleh Team BPBD, sedangkan waktu pencarian sampai 7 Hari.

Turut mendampingi Kadis Kominfo Drs. Sabaruddin, kepala badan BPBD Romas yadi, kepala dinas PU yg di wakili oleh kabid binamarga Ishak basuki, ST. Polsek semaka dan polsek wanosobo Camat semaka Edy farurrozi, camat wono sobo Asriyanto,

Sosialisasi Tim Pengawal dan Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D)

KOTAAGUNG–Wakil Bupati Tanggamus, Hi. Samsul Hadi, M. Pd. I membuka acara sosialisasi Tim Pengawal dan Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kabupaten Tanggamus di Gedung Islamic Centre Kotaagung, Senin (13/11).

 

Dalam sambutannya Wabup menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanggamus dan Bagian Hukum yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut, yang mana menurutnya kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan sebagai bentuk perhatian dan kepedulian aparat hukum terhadap kondisi yang saat ini kerap terjadi seputar penyelewengan pengelolaan keuangan khususnya Dana Desa, dan melalui kegiatan ini diharapkan dapat memahami serta mengimplementasikan hasil dari kegiatan tersebut, sehingga mencegah hal-hal yang tidak diinginkan sehingga terciptanya sistem pemerintahan yang baik

 

“Pemerintahan yang baik adalah mampu mengoptimalkan peran perangkatnya, memiliki perencanaan, administrasi dan evaluasi yang bagus, dan saya berpesan kepada BHP dan TPK untuk serius mengikuti kegiatan ini hingga selesai,”kata Wabup.

Masih menurut Wabup, tahun 2017 ini dana desa yang ditransfer oleh pusat khususnya ke pekon yang ada Tanggamus, setiap pekonnya paling kecil mendapatkan Rp 1 Miliar lebih, dan pada tahun berikutnya sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Presiden menurut Wabup DD akan bertambah jumlahnya, dari Rp 80 Triliun menjadi  Rp 160 Triliun di tahun 2018 untuk setiap desa yang ada di Indonesia, sedangkan total DD yang ditransfer untuk 299 pekon di Tanggamus pada tahun 2017 berjumlah lebih dari Rp 320 Miliar.

 

“DD diberikan oleh pemerintah, dengan harapan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat dapat terwujud, dan saya mengimbau kepada kepala pekon dan aparat pekon,  untuk selalu mengelola dana desa dengan sebaik-baiknya, guna kemajuan pembangunan pekon,”ujarnya.

Melalui kegiatan sosialisai ini Wabup berharap peserta mampu memahami dan mendapatkan informasi dari para narasumber terkait dengan peran Kejaksaan dala mengawal dan mendampingi Pemerintah daerah dalam melaksanakan pembangunan melalui TP4D, sehingga memberikan manfaat yang baik untuk kemajuan pekon pada khususnya dan umumnya untuk Kabupaten Tanggamus.

 

“Tujuan TP4D, adalah agar seluruh komponen penyelenggaraan pemerintah untuk mendukung penyelenggaran pemerintah daerah  dan pembangunan nasional sesuai dengan mandat UU nomor 23 tahun 2014 yang mana tupoksi dari TP4D adalah mengawal, mengamankan, serta mendukung keberhasilan jalannya pemerintahan dan pembangunan, melalui upaya pencegahan secara preventif serta persuasif sehingga jalannya pembangunan dapat berjalan dengan sebagaimana mestinya,”terang Wabup.

Sementara Itu Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tanggamus, Taufan Zakaria,SH.MH,. mengatakan sosialisasi TP4D dilaksanakan dalam rangka peningkatan kualitas masyarakat tentang keberadaan ruang lingkup, uraian tugas dan kewenangan Tim Pengawal dan Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan (TP4) Kejaksaan Republik Indonesia, sebagai bagian dari amana UU no 16 tahun 2004 sebagai bagian dari pelaksanaan tugas dalam rangka pengamanan kebijakan hukum.

 

“Terbentuknya TP4 Kejaksaan RI dilatarbelakangi beberapa hal, yakni terbitnya Inpres No. 7 tahun 2015, Pertemuan presiden RI dengan para Kajati, Kapolda dan Gubernur di Istana Bogor pada tanggal 24 Agustus 2015, Perintah Presiden RI kepada Jaksa Agung untuk melakukan pengawalan dan pengamanan pembangunan nasional, dan keputusan Jaksa Agung Nomor Kep-152/A/JA/10/2015 tentang TP4,”jelasnya.

 

Adapun prinsip pelaksanaan tugas TP4D lanjutnya lebih mengedepankan langkah pencegahan preventif dan persuasif serta pendampingan hukum,  akan tetapi tidak menutup kemungkinan dapat dilakukan langkah penegakan hukum reprensif ketika ditemukan bukti awal permulaan yang cukup setelah dilakukan koordinasi dengam aparat pengawasan internal pemerintah (APIP) tentang telah terjadinya perbuatan melawan hukum, penyalahgunaan kewenangan dan perbuatan lainnya yang berakibat kerugian bagi keuangan negara.

 

“Dengan terselenggaranya acara sosialisasi hari ini, diharapkan dapat terus terbina kerjasama dengan pemerintah kabupaten Tanggamus guna dapat tersampaikannya materi sosialisasi peran TP4D khususnya sasarannya 299 pekon penerima alokas dana desa, sehingga kewajiban kita bersama sebagai bagian dari tugas perlindungan terhadap kemungkinan tidak tepatnya realisasi DD dapat dicegah sedini mungkin melalui sosialisasi ini,”tandasnya.

 

Sementara itu, Kabag Hukum Pemkab Tanggamus Nuripin menyampaikan kegiatan tersebut, diikuti oleh 100 Ketua Badan Hippun Pemekonan (BHP) serta tim pelaksana kegiatan (TPK)  dari berbagai kecamatan, yang ada di Tanggamus, kegiatan tersebut akan dilaksanakan selama tiga hari kedepan.

 

“Pemateri kegiatan yakni dari Kejaksaan Negeri yaitu Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara, Kasipidsus dan Kabag Hukum, kedepan kegiatan ini akan dilakukan dengan peserta yang berbeda,”tandasnya. (Maridi – Kominfo)