Workshop Penanggulangan Angka Kematian Ibu Melahirkan

Gisting – Asisten Bidang Pemerintahan Paksi Marga,SE,. Pagi Tadi Selasa (13/6) secara resmi membuka acara Workshop Penanggulangan Angka Kematian Ibu Melahirkan dan Angka Kematian Bayi Lintas Sektor Kabupaten Tanggamus,di Aula Serumpun Padi Kecamatan Gisting.

Turut hadir dalam acara tersebut Kadis Kesehatan Sukisno,M.Kes.,Para Kepala Organisasi  Perangkat Daerah ,para Camat se- Kab.Tanggamus,para kepala Puskesmas se Kabupaten,Pengurus organisasi Profesi Kesehatan ,serta seluruh peserta Workshop.
Dalam laporan kepala Dinas Kesehatan Sukisno,M.Kes, Beliau menyampaikan Sesuai keputusan Bupati Tanggamus Nomor: B.193/27/08/2017 ttg Lintas sektor  dalam penanggulangan angka Kematian Ibu melahirkan dan angka kematian bayi kab.Tanggamus Tahun 2017 dengan ini  menimbang  bahwa peningkatan kematian ibu melahirkan dan kematian bayi merupakan masalah kesehatan yg harus dicegah dan diperlukan upaya penanggulangannya, Program Indonesia Sehat merupakan salah satu program dari agenda Ke 5 Nawa cita Presiden RI  saat ini yaitu Meningkatkan Kualitas Hidup Manusia Indonesia,
Program ini didukung oleh Orogram sektoral lainnya yaitu,Program Indonesia pintar, Program indonesia Kerja ,dan Program  Indonesia sejahtera,dengan tujuan terselenggaranya koordinasi lintas sektor dalam upaya menurunkan angka kematian ibu melahirkan dan  angka kematian bayi di Kab.Tanggamus dengan melibatkan oeran serta lintas sektor/Organisasi.
Serta dilaksanakn juga pemantapan teknis anjangsana Dokter Spesialis bulan Pelayanan Sayang Ibu dan Anak dan datang sakit  pulang sembuh dalam rangka penanggulangan Angka Kematian Ibu Melqhirkan dan angka kematian Bayi diKab.Tanggamus.
Sementara dalam Sambutan Wakil Bupati yang diwakilkan Oleh Asisten I Bidang Pemerintahan Paksi Marga,SE., beliau menyampaikan undang-undang Republik indonesia Nomor 36.Tahun 2009 ttg kesehatan ,menyebutkan bahwa kesehatan merupakan hak warga negara dan pemerintah berkewajiban ikut mewujudkan ,mempertahankan dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat setinggi-tingginya yang dilaksanakan melalui upaya kesehatan perorangan ,upaya kesehatan masyarakat dan pembangunan berwawasan kesehatan.
Indikator Makro kesehatan merupakan ukuran keberhasilan pembangunan kesehatan.Adapun indikator kesehatan Makro tersebut adalah angka kematian ibu melahirkan ,angka kematian bayi, umur harapan hudup, serta status gizi. hasil pelayanan program kesehatan yang tercermin dalam indikator makro kesehatan Kab.Tanggamus Tahun 2016 diperoleh data sebagai berikut, Jumlqh kematian bayi 70 kasus, jumlah kematian ibu melahirkan 11 kasus dan masuk urutan ke 6 terbesar diProvinsi Lampung, balita dengan status gizi kurang 1.371 kasus (3,31%), dan gizi buruk 1 kasus ,cakupan peran serta masyarakat dalam pemantauan pertumbuhan balita sebesar 75,6% ,cakupan pemeriksaan Ibu hamil (K4) sebesar 92 % ,persalinan oleh petugas kesehatan 93,4% dan ditolong oleh dukun 92 persalinan.
Berbagai upaya Pemerintah Daerah telah dilaksanakan guna meminimalisasi dan menanggulangi kasus kematian ibu melahirkan dan kasus kematian bayi ,diantaranya: Peningkatan Puskesmas non perawatan menjadi puskesmas rawat inap,dimana pada tahun 2017 ini sudah ada 17 UPT  Puskesmas Rawat Inap dari 23 UPT Puskesmas yg ada di Kab.Tanggamus. Pengangkatan Dokter Bidan Desa PTT Daerah Kab,Tanggamus, Pengangkatan tenaga kerja sukarela (TKS) kesehatan OLeh Bupati Tanggamus, Optimalisasi BidanTKS untuk mendukung pelayanan kesehatan ibi dan anak pada desa dan pekon yg belum ada bidan desanya, serta pencapaian akreditasi puskesmas yg bertujuan untuk meningkatkan mutu pelayanan dan kinerja puskesmas serta menghilangkan atau meminimalisasi resiko pelayanan kesehatan.
Selanjutnya untuk tahun 2017 ini pula ,sedang dipersiapkan sembilan Puskesmas guna dilakukan penilaian  Akreditasi  Puskesmas ,yaitu puskesmas ngarip ,Air naningan Pulau Panggung, Margoyoso,Rantau Tijang, Bulok Sukamara, Sumanda ,Wonosobo, dan Sudimoro.