AYO! UPDATE REGISTRASI NOMOR KARTU CELULER ANDA DENGAN NIK KTP

Jakarta, Kominfo – Kementerian Komunikasi dan Informatika akan memberlakukan registrasi nomor pelanggan yang divalidasi dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) mulai tanggal 31 Oktober 2017. Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan registrasi pelanggan seluler merupakan upaya pemerintah mencegah penyalahgunaan nomor dan melindungi konsumen, terutama bagi pelanggan prabayar.

“Sebagai komitmen memberikan perlindungan kepada konsumen serta untuk kepentingan national single identity. Selain itu manfaat lainnya adalah adanya keamanan, transparansi dan pelayanan nilai tambah bagi masyarakat,” katanya dalam Konferensi Pers  mengenai Pemanfaatan Data Kependudukan dalam Pelaksanaan Registrasi Kartu Prabayar Telekomunikasi di Ruang Serbaguna Kementerian Kominfo, Jakarta, Rabu (11/10/2017).

Menurut Menteri Rudiantara, ketentuan mengenai registrasi pelanggan seluler sudah dikeluarkan setahun yang lalu dalam bentuk Peraturan Menteri Kominfo Nomor 12 Tahun 2016 Tentang Registrasi Pelanggan Jasa Telekomunikasi. “Registrasi prabayar diinisiasi Kominfo pada 2016, meskipun sosialisasinya telah dilakukan sejak 2005. Sudah 11 tahun perjalanan untuk diimplementasikan, namun kita harus realistis karena registrasi prabayar ini tergantung pada keberadaan ekosistem dan proses sosialisasi ke masyarakat,” tuturnya.

Salah satu isu penting dalam pendaftaran nomor pelanggan, menurut Menteri Kominfo adalah kepastian data yang benar. “Ekosistem yang lain adalah bagaimana kita merujuk bahwa informasi yang disampaikan pelanggan saat registrasi adalah benar. Dengan adanya (data) Dukcapil maka validitas informasi yang disampaikan masyarakat adalah benar,” paparnya.

Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Zudan Arif Fakrulloh menilai pendataan nomor pelanggan sejalan dengan upaya pemerintah mendorong tata kelola pemerintahan dan bermasyarakat agar lebih tertib dan akuntabel. “Kita dorong tata kelola lebih efisien menuju sharing economy. Operator bisa tahu siapa saja pelanggannya,” paparnya.

Menurut Dirjen Zudan Arif, sampai saat ini total akses NIK oleh operator sudah mencapai 36.521.872 NIK. “Saya juga berterima kasih kepada Kominfo yang akan bangun ekosistem KTP-el. Ekosistem sendiri bisa terbangun jika data kependudukan yang ada juga baik. Kemendagri sendiri terus merapikan data Dukcapil,“ jelasnya.

Dirjen Dukcapil menambahkan  akses yang dapat digunakan oleh masing-masing operator saat ini mencapai 100 transaksi per detik. “Jadi para operator jangan khawatir untuk mengakses. Sehari bisa 1 juta NIK yang diakses, sehingga dalam 2 bulan bisa selesai proses registrasi,” tambahnya.

Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Kominfo Ahmad M. Ramli menyatakan proses registrasi bukan hal yang sulit selama mengikuti prosedur yang benar. “Dimana cara registrasi kartu perdana dilakukan dengan mengirimkan SMS ke 4444 dengan format NIK#NomorKK#,” katanya seraya mendorong pelanggan mendatarkan sendiri nomor yang dimilikinya.

Dirjen Ramli menyebut proses registrasi ulang akan berlangsung sampai akhir Februari 2018. Ia pun menegaskan agar proses berhasil diperlukan data yang sesuai dengan NIK. “Informasi tersebut harus sesuai dengan NIK yang tertera di Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP–el) dan KK agar proses validasi ke database Ditjen Dukcapil dapat berhasil. Proses registrasi ini akan dimulai pada 31 Oktober 2017 dan akan berakhir pada 28 Februari 2018,” jelasnya.

Turut hadir pada konferensi pers diantaranya Ketua Umum Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI) Merza Fachys, Komisioner BRTI dan  perwakilan dari Indosat Ooredoo, Telkomsel, XL Axiata, Telkom, Smartfren Telecom dan Hutchison 3 Indonesia. (VE)

SOURCE REPOST: https://www.kominfo.go.id/content/detail/10888/lindungi-konsumen-kominfo-terapkan-validasi-nomor-seluler-dengan-nik/0/berita_satker

Kominfo Dukung Gerakan Nasional Literasi Digital

repost SOURCE: https://www.kominfo.go.id/content/detail/10805/kominfo-dukung-gerakan-nasional-literasi-digital/0/berita_satker

Jakarta, Kominfo – Menteri Kominfo Rudiantara bersama pekerja seni, influencer, dan penggiat literasi digital meletuskan balon sebagai simbol dukungan dari multipihak terhadap Gerakan Nasional Literasi Digital #Siberkreasi. Gerakan itu digagas untuk memerangi konten-konten negatif di media sosial dalam bentuk hoax dan cyberbullying.

“Yang menjadi concern, Kementerian Kominfo dengan komunitas dan ekosistem mempunyai perhatian yang sama terhadap konten” ujar Rudiantara dalam acara Konferensi Pers Gerakan Nasional Literasi Digital #Siberkreasi di Aula Dewan Harian Nasional 45, Jakarta, Senin (2/10/2017).

Rudiantara menyatakan pembangunan infrastruktur TIK akan terus didorong. “Dari sisi infrastruktur, pemerintah bukannya akan membatasi pembangunan infrastruktur yang bisa dimanfaatkan oleh media sosial, justru pemerintah akan membangun seluruh infrastruktur TIK,” katanya.

Dengan pembangunan infrastruktur TIK, Menteri Kominfo mengimbau semua pihak ikut berperan aktif agar pengelolaan konten berlangsung lebih baik. “Pipanya diperbesar atau kapasitas dan jaringannya diperluas terus tapi konten jika tidak dimanage dengan baik, akan menjadi bumerang bagi kita,” katanya.

Rudiantara menyebut saat ini pertumbuhan atau dinamika teknologi begitu kencang oleh karena itu sudah selayaknya digunakan untuk berbagai hal yang produktif dan bermanfaat. “Kanal banyak dimanfaatkan untuk hal-hal negatif baik hate speech, hoax, cyber bullying. Inilah negara Indonesia negara demokrasi. Kita juga menjunjung yang namanya hak untuk bebas berekspresi padahal di satu pihak kita harus menjaga persatuan dan kesatuan. Jadi ada pertumbuhan atau dinamika teknologi yang begitu kencang,” tambahnya.

Rudiantara mengharapkan gerakan literasi digital melibatkan kerjasama semua pihak. “Inilah kerjasamanya semuanya. Bukan progam pemerintah (Kominfo) saja, tapi ada dari Bekraf, Setneg, dan kalangan perguruan tinggi,” ujarnya.

Sementara itu Ketua Umum Gerakan #SiBerkreasi Dedy Permadi mengatakan Gerakan Nasional Literasi Digital fokus pada penyebaran pengetahuan . Targer kegiatan ini menurutnya mendorong masyarakat menggunakan teknologi dengan bijak dan benar. Dedy pun menyebut salah satu pertimbagnan kemunculan gerakan itu karena adanya kesenjangan muncul antara pembangunan teknologi dengan kurangnya pengetahuan masyarakat untuk menggunakan media sosial dengan baik dan benar.

“Karena ada gap itu maka muncul hal-hal yang membuat kita resah. Di level nasional misalnya hoax, cyber bullying, online radicalism, pornografi, dan lain sebagainya dapat membuat potensi perpecahan di negara,” katanya.

Sementara dalam kehidupan sehari-hari, menurut Dedy banyak balita sekarang yang sudah mulai bergantung kepada gawai. Banyak pula remaja yang menjadi asosial karena terlalu banyak memakai gadget sehingga mereka tidak mau berinteraksi dengan temannya. Bahkan media sosial juga menjadi salah satu penyebab terjadinya perceraian antara suami dan isteri.

“Di level nasional dan level sehari-hari sudah sangat mengkhawatirkan, artinya ini menjadi ancaman real bagi bangsa Indonesia” tandasnya. Dedy juga menegaskan, “Gerakan Nasional Literasi Digital #Siberkreasi itu idenya sebenarnya adalah kerja bersama. Semua komponen masyarakat kerja bareng,” katanya.

Acara tersebut juga dihadiri Pengamat Literasi Digital Independen Nukman Lutfie, Marcella Zalianti, Yosi Mokalu, Marsha Tengker, influencer dan penggiat literasi digital, serta wakil relawan komunitas penggiat literasi digital (Japelidi, RTIK, ID-COP, Mafindo). (PS)

SURAT EDARAN JUKNIS WMP & SKP

Surat Edaran; Nomor: 427/5075/21/2017

Berdasarkan Surat Dinas Pemuda dan Olah Raga Provinsi Lampung Nomor: 427/1590/V.17.02/2017 tanggal 11 Juli 2017 hal Petunjuk Teknis Bantuan bagi WMP dan SKP dan dalam rangka mengembangkan kewirausahaan pemuda, Kementrian Pemuda dan Olahraga RI memiliki program bantuan pengembangan usaha bagi Wirausaha Muda Pemula (WMP) dan Sentra Kewirausahaan Pemuda (SKP). Pada Tahun 2017 ini bantuan untuk WMP sebanyak 1000 paket dengan besaran Rp.20.000.000,-/ paket dan SKP sebanyak 34 paket dengan besaran Rp. 100.000.000,-/paket

Sehubungan dengan Hal tersebut diatas kami mohon bantuan saudara untuk dapat mensosialisasikan bantuan tersebut. Sebagai informasi, Petunjuk Teknis bantuan pengembangan usaha bagi WMP dan SKP tersebut dapat di unduh di http://bit.ly/2ugnRQp

Demikian disampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya diucapkan terima kasih.

A.n. Bupati Tanggamus

Plt. Sekretaris Daerah

 

ANDI WIJAYA, ST., MM