Banjir Hanyutkan 6 Rumah di Pugung : Sekda Himbau Masyarakat Selalu Waspada

Banjir Hanyutkan 6 Rumah di Pugung :
Sekda Himbau Masyarakat Selalu Waspada
Pugung – Banjir yang melanda wilayah Kabupaten Tanggamus pada Senin (4/3), telah mengakibatkan banjir di sejumlah kecamatan di Kabupaten Tanggamus, yakni di Kecamatan Pugung, Kecamatan Semaka, Kecamatan Kota Agung Timur, juga tanah longsor di Kecamatan Kota Agung.

Namun dari kesemua lokasi banjir tersebut, yang mengalami dampak terparah terjadi di Kecamatan Pugung, tepatnya di Pekon Suka Mulya dan Tanjung Agung, dimana ketinggian air di mencapai 2 meter, karena meluapnya  sungai Way Gading dan Way Komering, sehingga mengakibatkan 6 rumah hanyut dan dua dusun terisolir.

Hal itu sebagaimana dilaporkan Camat Pugung Hardasyah, bahwa banjir diwilayahnya menapai ketinggian 2 meter dan longsor di beberapa Pekon, diantaranya Pekon Sumanda, Tanjung Agung, Pungkut, Sukamaju, Suka Mulya dan Gading. “Namun yang paling parah di Pekon Suka Mulya, dimana akibat banjir tersebut 4 rumah hanyut, 1 warung roboh, 2 sepeda motor hanyut, 35 rumah terendam banjir dan 1 jembatan gantung putus. Lebih dari 10 titik longsor mengkhawatirkan. Selanjutnya terdapat 15 keluarga, yang terdiri 24 anak-anak dan 35 orang dewasa yang mengungsi. Sedangkan di Pekon Tanjung Agung, terdapat 2 rumah hanyut dan 2 dusun terisolir,” terang Hardas.

Menindak lanjuti kondisi tersebut, sejak Selasa dini hari Pj. Sekdakab Tanggamus Hamid Heriansyah Lubis, telah memerintahkan OPD terkait untuk segera mengambil tindakan yang diperlukan, baik BPBD, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas PU dan Dinas Pendidikan. Sekda juga memerintahkan agar segera menyiapkan tempat pengungsian, pos kesehatan dan dapur umum.

Tak hanya itu, pada hari yang sama Sekda meninjau secara langsung lokasi banjir di Pekon Suka Mulya. Hal ini dilakukan untuk mengetahui kondisi yang ada, untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan, sekaligus memberikan bantuan kepada korban banjir.

Sekda juga menggelar rapat darurat di Balai Pekon setempat. Rapat diikuti Kepala BPBD Tanggamus Romasyadi, Kepala Dinas Kesehatan Sukisno, perwakilan Dinas PUPR, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, Camat, Kapolsek, Danramil, Kepala Pekon dan Tagana. Selain tim dari Pemkab Tanggamus, turut juga Anggota DPRD Tanggamus Heri Ermawan.

Hasil rapat memutuskan BPBD menurunkan alat berat untuk penanganan banjir pada daerah yang parah. Selain itu menjadikan Balai Pekon sebagai Tempat Pengungsian dan membuat dapur umum.

Selanjutnya, personel Satpol PP dan Dinas Perhubungan membantu warga membersihkan genangan air dan lumpur atau sisa banjir di sekolah dan rumah ibadah. ”Kita juga membentuk posko kesehatan di sejumlah pekon terdampak bencana. Mendata sarana belajar seperti buku-buku pelajaran yang rusak. Tanggap darurat bencana ditetapkan hingga satu minggu ke depan,” ujar Sekda.

Lebih lanjut Sekda meminta jajaran Pemkab Tanggamus untuk melayani korban banjir dengan baik dan selalu bersinergi dan berkoordinasi.

Ia juga menyapa para korban agar sabar dan ikhlas dengan cobaan yang ada, serta menghimbau warga untuk selalu waspada. “Bapak, ibu tetap sabar dan ikhlas ya. Ini semua cobaan dari Allah. Selain itu tetap selalu waspada ya,” ujarnya. (Kominfo)

Bupati Hadiri Launching SIPPKD Provinsi Lampung

Bupati Hadiri Launching SIPPKD Provinsi Lampung

Bandar Lampung — Bupati Tanggamus Dewi Handajani menghadiri kegiatan Launching Sistem Informasi Perencanaan dan Pengelolaan Keuangan Daerah (SIPPKD) di Balai Keratun, Komplek Kantor Gubernur Lampung, Bandar Lampung.

Kegiatan Launching dibuka langsung oleh Ketua KPK Agus Raharjo, didampingi Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo, Wakil Gubernur Bachtiar Basri dan Ketua DPRD Provinsi Lampung Dedy Afrizal.

Turut hadir perwakilan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Bupati/Walikota, para Rektor, Anggota Forkopimda, dan berbagai pimpinan organisasi vertikal di Provinsi Lampung, serta Kepala Bappeda dan Kepala Dinas PPKAD Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung.

Gubernur dalam sambutannya mengatakan, bahwa dengan adanya Aplikasi SIPPKD dapat meringankan kerja sekaligus mengefisienkan penyusunan RAPBD agar lebih maksimal untuk kepentingan rakyat.

“Dulu saya beserta jajaran sampai harus begadang untuk memastikan bahwa RAPBD yang kita susun memang benar-benar efektif dan efisien untuk kepentingan rakyat. Nah sekarang dengan adanya Aplikasi ini semoga dapat lebih efektif lagi, lebih efisien, supaya tidak ada kebocoran dan kita dapat bekerja lebih maksimal untuk kemajuan masyarakat,” katanya.

Gubernur Ridho juga menegaskan, bahwa pengendalian dalam perencanaan memiliki peran yang sangat penting. “Pengendalian dalam perencanaan adalah yang paling penting, ketika kita gagal dalam membuat perencanaan, maka kita telah merencanakan kegagalan,” tegasnya.

Sementara itu Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia Agus Rahardjo, memberikan apresiasi tinggi atas keberanian Pemerintah Provinsi Lampung melalui Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo untuk melakukan transparansi dan efisiensi tata kelola anggaran pemerintahan. “Yang outputnya untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat Lampung, dengan melakukan Launching Sistem Informasi Perencanaan dan Pengelolaan Keuangan Daerah (SIPPKD) ini,” kata Agus.

Menurutnya dengan adanya SIPPKD ini, merupakan salah satu strategi yang dilakukan oleh pimpinan daerah untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat luas. “Jadi SIPPKD ini merupakan salah satu cara untuk mewujudkan sistem yang lebih bagus, optimal dan inovatif. Dan yang lebih penting itu transparansi dan dapat menggandeng masyarakat untuk memberikan masukan, sehingga yang namanya konsep open governance itu pelan-pelan kita wujudkan di negara kita,” ujar Agus.

Launching sendiri ditandai dengan pemukulan Gong oleh Ketua KPK Agus Raharjo didampingi Gubernur Lampung Ridho Ficardo.

Selanjutnya usai kegiatan launching, dilakukan pemaparan oleh Bupati dan Walikota se Provinsi Lampung, yang dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Lampung di Ruang Pusiban Kompleks Kantor Gubernur lampung. Dimana Bupati Tanggamus mempresentasikan penerapan SIPPKD di Kabupaten Tanggamus. (Kominfo-Firman)