Pemkab Tanggamus Ubah Agenda Perayaan Tahun Baru : Bupati Himbau Masyarakat Tidak Rayakan Tahun Baru Secara Berlebihan

Pemkab Tanggamus Ubah Agenda Perayaan Tahun Baru : Bupati Himbau Masyarakat Tidak Rayakan Tahun Baru Secara Berlebihan

Kota Agung — Pemkab Tanggamus mengubah rencana perayaan Tahun Baru 2019. Jika sebelumnya perayaan Tahun Baru akan dilaksanakan di Pantai Wisata Muara Indah, Kota Agung, dengan menyajikan hiburan yang meriah dan dilengkapi pesta kembang api.

Namun menyikapi situasi saat ini, dengan bencana yang terjadi serta ancaman meletusnya Gunung Anak Krakatau dan tsunami yang mungkin terjadi, maka perayaan tahun baru akan dilaksanakan di Taman Kota Ir. Soekarno, Kota Agung. Itu pun dengan konsep perayaan yang berbeda, yakni dengan tema silaturahmi dengan masyarakat dan menampilkan kesenian hadroh. Hal itu sebagaimana dinyatakan Kepala Dinas Kominfo Drs. Sabaruddin, Minggu (30/12/18).

Selain itu Bupati juga menghimbau masyarakat Tanggamus agar tidak melaksanakan perayaan Tahun Baru 2019 ini secara berlebihan, sebagai salah satu bentuk kepedulian dan empati atas terjadinya bencana tsunami di Lampung dan Banten. Bupati juga mengajak masyarakat Tanggamus senantiasa berdoa agar bencana yang kita khawatirkan tidak lagi terjadi.

“Dalam perayaan tahun baru nanti, Pemkab juga akan menyediakan aneka makanan berupa jajanan gerobak, seperti ; bakso, mie ayam, tekwan, siomay, otak-otak dan lain-lain, yang kesemuanya disajikan gratis untuk para pengunjung Taman Kota,” terang Sabaruddin.

Sabaruddin menambahkan, sebelumnya pada Senin siang (31/12),Pemkab Tanggamus juga akan melaksanakan Istiqosah dan Pengajian yang ditempatkan di Masjid Nurul Faidzin, Komplek Islamic Center, Kota Agung.

“Hal ini dilakukan sebagai perwujudan rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat yang diberikan kepada kita selama ini, sekaligus memohon doa agar masyarakat Tanggamus dijauhkan dari bencana dan mara bahaya, serta diberikan kemudahan dan kebaikan dalam memasuki Tahun 2019 mendatang,” pungkasnya. (Kominfo).

Bupati Tanggamus Himbau Masyarakat Tenang dan Jauhi Zona Pantai

Bupati Tanggamus Himbau Masyarakat Tenang dan Jauhi Zona Pantai

Kota Agung — Menyikapi situasi ancaman bencana tsunami yang diakibatkan aktifitas Gunung Anak Krakatau, serta menindaklanjuti Rekomendasi BMKG RI.

Maka untuk memberikan kepastian terhadap masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana yang ada. Bupati Tanggamus mengeluarkan Surat Himbauan kepada masyarakat Tanggamus yang berada di 9 Kecamatan yang berada di pesisir pantai Tanggamus, dalam menyikapi situasi tersebut.

Adapun beberapa poin dalam surat himbauan tersebut yaitu menghimbau masyarakat Tanggamus yang berada di pesisir pantai Kabupaten Tanggamus, agar menjauhi atau menghindari zona pesisir pantai dalam radius 500 meter sampai 1 Km. Selain itu Bupati juga meminta Camat meneruskan himbauan tersebut kepada masyarakat dan mempersiapkan tempat pengungsian masyarakat.

Bupati juga meminta masyarakat tetap tenang dan jangan percaya issu yang tidak benar, selain dari informasi yang dikeluarkan oleh lembaga pemerintah, baik lembaga pemerintah pusat maupun yang ada di daerah, termasuk jajaran Camat, Lurah, dan Perangkat Pekon.

Berikut surat himbauan dimaksud ;

 

Bupati Resmikan Kantor Kesti TTKDH Tanggamus

KOTA AGUNG — Bupati Tanggamus Hj. Dewi Handajani, menghadiri Peringatan Milad Keceran sekaligus meresmikan Kantor Sekretariat Kesti TTKDH Kabupaten Tanggamus yang bertempat di Pekon Bayur, Kecamatan Kota Agung, Kamis (27/12/18).


Hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua Umum DPP Kesti TTKDH Provinsi Lampung Drs. Risman Hamid, MM., Ketua Umum DPD Kesti TTKDH Tanggamus Mukhroni Djon, Kadis Pendidikan Aswin Dasmi, Perwakilan Dari Kodim 0424, Perwakilan dari Polres Tanggamus, serta Perwakilan OPD Tanggamus dan Kecamatan Kota Agung.

Dalam laporan Ketua DPD Kesti TTKDH Tanggamus Mukhroni Djon, disampaikan bahwa maksud dan tujuan dibentuknya Kesti TTKDH adalah untuk mempererat tali silaturahmi serta memajukan seni budaya di Kabupaten Tanggamus, khususnya bagi anak-anak muda yang mencintai seni pencak silat dan tari, yang merupakan warisan dari leluhur yang harus terus dijaga dan dijunjung tinggi.

Selanjutnya, Ketua Umum Risman Hamid, menyampaikan bahwa Kesti TTKDH tidak bisa lepas dari nilai-nilai yang bersifat islami. “Oleh karena itu anggota TTKDH, orang-orangnya mempunyai watak dan sifat yang islami juga, serta jauh dari hal-hal yang bersifat negatif yang akan menyimpang dari luar ajaran para leluhur,” terangnya.


Sementara Bupati dalam sambutannya mengatakan bahwa beliau mengapresiasi adanya Kegiatan Kesti TTKDH, yang kedepan akan meneruskan kecintaan, motivasi dan komitmen untuk selalu mencintai seni budaya Indonesia.

Bupati berharap, bahwa ini adalah langkah kongkrit supaya tetap menjaga seni budaya yang merupakan pembesar dari leluhur, yang terus memberikan motivasi dan menumbuh kembangkan generasi muda untuk mengenal seni budayanya sendiri.


“Pengaruh- pengaruh dari luar banyak kita temui, tetapi dengan mengikuti kegiatan-kegiatan yg sangat positif ini, saya sangat yakin bahwa generasi kita kedepan bisa memilah mana yg lebih indah, baik dan elok. Seni budaya yang memang dari lahir patut kita ikuti demi kemajuan generasi bangsa kita kedepan,” katanya.

Bupati juga berharap agar keberadaan Kesti TTKDH akan menjadi salah satu budaya yang akan mempererat persatuan dan kesatuan bangsa. “Pemerintah Kabupaten akan tetap terus memberikan suport demi kemajuan Kesti TTKDH yang ada di Kabupaten Tanggamus. Karena dengan adanya kegiatan yang positif ini, akan menjauhkan anak-anak generasi muda untuk tidak mendekati narkoba serta hal-hal negatif lainnya yang menyimpang dari norma agama, sehingga bisa merusak masa depan anak bangsa kita,” ujarnya.


Pada kesempatan itu juga Bupati menghimbau, agar masyarakat Tanggamus tetap waspada terhadap bencana seperti banjir, tanah longsor dan gelombang pasang air laut. “Karena kita tidak tahu kapan itu akan terjadi. Akhir-akhir ini banyak bencana terjadi dimana-mana seperti di Selat Sunda, di Pandeglang Banten dan Lampung Selatan, dan itu juga dampaknya berimbas kepada wilayah kita Kabupaten Tanggamus. Oleh karena itu, kepada masyarakat agar tidak bermukim di pinggiran pantai, karena kita tidak tahu sewaktu-waktu air laut akan naik, dan segera mengungsi ke dataran yang lebih tinggi, demi keselamatan kita bersama,” tambahnya.

Acara peresmian ditandai dengan pemukulan Gong oleh Bupati Tanggamus dan penyematan Pin kepada Bupati, sebagai Penasehat Kesti TTKDH Kabupaten Tanggamus. (Kominfo-Maridi)

Wabup Buka Diskusi Toleransi Pemuda Lintas Agama

Gisting — Wakil Bupati Tanggamus Hi. AM. Syafi’i, menghadiri sekaligus membuka kegiatan Diskusi Toleransi Pemuda Lintas Agama, yang dilaksanakan di Aula Hotel Hosana, Gisting, Kamis (27/12/18).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Tanggamus ini bertujuan untuk memelihara kerukunan dan toleransi kehidupan antar umat beragama, khususnya pada kalangan pemuda di Kabupaten Tanggamus.

Wabup dalam sambutannya mengatakan bahwa hak beragama adalah hak asasi manusia yang tidak boleh dikurangi dalam keadaan apapun, sehingga setiap orang bebas memilih agama dan beribadat menurut agamanya dan ini telah dijamin Undang-undang dasar 1945. “Untuk itu Pemerintah berkewajiban melindungi setiap usaha penduduk melaksanakan ajaran agama dan ibadat pemeluknya, sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan, tidak menodai agama serta tidak mengganggu ketentraman dan ketertiban umum,” ujarnya.

Wabup juga menyampaikan bahwa kondusifitas di Kabupaten Tanggamus cukup menunjang kehidupan sosial dan beragama. “Kondusifitas hubungan yang harmonis antar umat beragama di Tanggamus tentunya sangat menunjang kelancaran pelaksanaan pembangunan demi kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat,“ nya.

Beliau juga mengajak agar saling menghormati dan memelihara kerukunan antar umat beragama yang telah ada. “Mari kita hormati apabila ada saudara kita yang menjalakan peribadatan dan merayakan hari besar agamanya, dan ini sudah terpelihara dengan baik di Tanggamus,” pungkasnya.

Sementara Kepala Kantor Kesbangpol Tanggamus, Ajpani, mengatakan bahwa tujuan dilaksanakannya kegiatan tersebut adalah untuk menciptakan kedamaian, persatuan dan kesatuan demi keutuhan NKRI.

Adapun peserta diskusi berasal dari kalangan pemuda lintas agama di Kabupaten Tanggamus. “Peserta dari kegiatan ini adalah pemuda lintas agama yang tergabung dalam organisasi kemasyarakatan (Ormas), seperti GP Anshor, IPM, LDII, Pemuda Katolik, Perhimpunan Pemuda Hindu, Pemuda PGKT dan Pemuda Budha Tanggamus. Sedangkan Narasumber berasal dari perwakilan umat beragama dan Pemkab Tanggamus,“ terangnya. (Kominfo-Ismail)

Kunjungi Warga Kapuran, Bupati Silahkan Warga Mengungsi ke Rumah Dinas Bupati

Kunjungi Warga Kapuran, Bupati Silahkan Warga Mengungsi ke Rumah Dinas Bupati.

Kota Agung – Kepedulian Bupati Tanggamus Hj.  Dewi Handajani, tidak hanya ditujukan kepada warganya yang terkena bencana tsunami, seperti di Pekon Kiluan Negeri, Kecamatan Kelumbayan. Namun kepada warganya yang selama beberapa hari ini dilanda kecemasan dan kepanikan di wilayah Kecamatan Kota Agung.

Hal itu terlihat dari kegiatan Bupati pada Rabu sore, Pk. 16.30 WIB, Bupati mengunjungi warga di Dusun Kapuran, Kelurahan Kuripan, Kecamatan Kota Agung.

Kunjungan Bupati bertujuan memberikan motivasi dan arahan, kepada warga Kapuran dan sekitarnya yang rawan akan terkena dampak jika teejadi air pasang dan tsunami.

Dalam arahannya Bunda Dewi, sapaan akrab Bupati, mengingatkan warga agar selalu meningkatkan kewaspadaan karena daerah Kapuran berada langsung di bibir pantai. Warga juga dihimbau untuk tidak panik namun tetap waspasa dan mempersiapkan diri untuk tindakan evakuasi jika bencana datang.

Bunda juga meminta agar semua aparatur ditingkat kecamatan dan kelurahan serta masyarakat dapat kompak dalam menangani ketanggap daruratan dan bencana.

Selain itu, dirinya juga menyayangkan adanya  informasi yang tidak akurat atau hoax, sehingga menimbulkan keresahan dan kepanikan masyarakat.

“Sangat disayangkan adanya informasi yang tidak akurat. Kita doakan hatinya untuk tidak melakukan hal-hal yang bisa memberikan dampak negatifnya untuk kita semua,” kata Bunda.

Bunda juga memberikan izin kepada masyarakat jika Rumah Dinas Bupati untuk tempat warga mengungsi jika sewaktu-waktu terjadi bencana alam.

“Rumah Dinas terbuka lebar karena lokasinya lebih tinggi silahkan jika masyarakat ingin mencari lokasi yang lebih aman, Rumah Dinas bukan rumah Bunda tapi itu rumah masyarakat,”  imbuhnya

Bunda juga berpesan agar masyarakat jangan lepas berdoa karena semua ini merupakan kehendak yang Maha Kuasa.

“Kita mohon agar Tanggamus ini dijauhkan dari marabahaya, bencana atau hal-hal yang akan merugikan kita semuanya dan mudah mudahan dengan cobaan ini akan menambah iman dan taqwa kita, insya Allah akan dapat kita petik hikmahnya bahwa diri kita merupakan milik Allah SWT,” pungkasnya.

Sementara Camat Kota Agung, Syarief Zulkarnaen, menambahkan jika warga ragu dengan adanya informasi yang berkembang. Agar dapat menghubungi aparat setempat, termasuk dirinya. “Jika ada informasi yang membuat warga ragu, silahkan hubungi aparat setempat, termasuk Camat,” tambahnya. (Kominfo-Firman).

Bupati Kunjungi Korban Tsunami di Kelumbayan

Bupati Kunjungi Korban Tsunami di Kelumbayan

Kelumbayan – Setelah sebelumnya Bupati Tanggamus Hj. Dewi Handajani, melalui Sekretaris BPBD Tanggamus Maryani memberikan santunan kepada keluarga korban tsunami di Pekon Kiluan, Kecamatan Kelumbayan. Hari ini Selasa (25/12/18), Bupati mengunjungi langsung para korban, khususnya keluarga almarhumah Neni Muriati (4 th) yang menjadi korban meninggal dunia, akibat bencana tsunami yang melanda pesisir pantai Pekon Kiluan Kecamtan Kelumbayan, Sabtu malam (22/12/18).

Dalam kunjungannya ini Bupati langsung mendatangi warga yang tengah berobat di Posko Kesehatan yang dibuka untuk melayani para korban bencana. Ditempat ini, Bupati menanyakan keluhan sakit yang diderita oleh warga, sekaligus memberikan semangat kepada warga setempat.

Selanjutnya Bupati juga meninjau lokasi pengungsian yang berada tak jauh dari Posko Kesehatan. Disini, Bupati yang akrab disapa Bunda ini, menyampaikan rasa bela sungkawanya dan mengajak warga untuk sabar dan ikhlas. “Bunda turut berbela sungkawa atas musibah yang dialami. Semoga bencana ini ada hikmahnya, serta mudah-mudahan selepas cobaan ini ada kebaikan dan hikmahnya,” kata Bupati.

Kepada keluarga korban meninggal Almh. Neni (4 th), Bupati menyampaikan rasa duka citanya. “Bunda juga menyampaikan duka cita yang mendalam atas kehilangan ananda Neni tercinta. Semua ini milik Allah dan semua akan kembali. Semoga keluarga Almarhumah diberi ketabahan atas cobaan yang diterima. Kehilangan anak merupakan ujian yang menorehkan luka yang sangat dalam,” ujarnya lirih.

Bupati melanjutkan, kepada warga masyarakat, sekali lagi bahwa yang dialami ini adalah fenomena alam. “Bencana memang takdir Allah, tapi ada juga bencana yang terjadi karena andil kita. Oleh karenanya kita harus lebih waspada,” imbuhnya.

Kemudian menyikapi kondisi yang dialami warga, yakni adanya beberapa rumah yang hanyut dan rusak, juga perahu yang rusak. Bupati menyatakan besok Pemkab akan menggelar rapat terkait penanggulangannya.

Dalam kesempatan tersebut, Bunda Dewi menyerahkan bantuan secara pribadi kepada para korban yang rumahnya hilang dan rusak. Bunda Dewi juga kembali memberikan santunan kepada keluarga korban meninggal dunia almh. Neni, yang diterima ibundanya Sumiati.

“Selaku Bupati, saya pada hari ini memiliki kepedulian secara pribadi pada masyarakat yang terkena musibah,” katanya.

Bupati juga meminta kepada jajarannya untuk melaksanakan tugas dan melayani para korban dengan baik. Sebelumnya Pemkab Tanggamus juga sudah turun melakukan penanggulangan darurat bencana di Pekob Kiluan. Mulai dari pemberian bantuan bahan makanan, pakaian layak pakai, selimut, tenda dan Pos Kesehatan.

Terkait Pos Kesehatan, Kepala Dinas Kesehatan Sukisno, menyampaikan bahwa Pos telah dibuka sejak hari terjadinya bencana Sabtu (22/12). “Pos sudah kami buka sejak Sabtu malam, sesaat setelah terjadi bencana. Dari pelayanan yang kami lakukan, diketahui keluhan warga masih dalam kondisi yang wajar, seperti flu dan batuk. Juga tidak ada yang cidera akibat bencana kemarin. Untuk faktor psikologis warga juga cukup baik, mereka semangatnya tinggi dan tetap menjalankan aktivitas seperti biasa,” terangnya.

Bersamaan dengan kunjungan Bupati, PMI Kabupaten Tanggamus juga mengunjungi korban bencana dan memberikan bantuan kepada para korban.

Bantuan yang diberikan berupa terpal, selimut, handuk, peralatan mandi, pembalut, popok bayi, mie instan dan makanan siap saji.

Sekretaris PMI Tanggamus Maryani, menyatakan PMI bersama BPBD siap melayani masyarakat.

“Termasuk bila masyarakat akan dievakuasi, kami akan menambah unit tenda, untuk tempat bernaung,” katanya.

“PMI juga membuat tenda darurat untuk evakuasi anak-anak dan ibu pada malam hari,” tambahnya.

Adapun Kepala Pekon Kelumbayan, Kadek, menyampaikan terima kasihnya kepada Bupati dan semua pihak yang telah membantu warga Pekon Kiluan, Kecamatan Kelumbayan. “Tentunya atas nama masyarakat Pekon Kiluan, kami mengucapkan terima kasih kepada Bunda Dewi, Pemda, TNI, Polri dan semua pihak yang telah membantu disini. Mudah-mudahan ini dapat kami lalui dan tidak terulang lagi,” pungkasnya. (Kominfo-Firman)

Bupati, Wabup Tinjau Pos Pam Natal dan Tahun Baru 2019

 

 

KOTAAGUNG — Dalam rangka pengamanan perayaan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019. Polres Tanggamus didukung Pemkab Tanggamus dan berbagai pihak, membuka Pos Pengamanan dan Pelayanan Operasi Lilin Krakatau 2018 di sejumlah lokasi disepanjang jalan lintas barat Sumatera.

Untuk di wilayah hukum Kabupaten Tanggamus, Pos dibuka di tiga lokasi, yakni di Pos Rest Area Gisting, Pos Terbaya Kota Agung dan Pos Siring Betik Wonosobo.

Guna mensupport dan memastikan pelayanan di setiap Pos berjalan dengan baik, Senin (24/12/18), Bupati Tanggamus Hj. Dewi Handajani bersama Wakil Bupati Tanggamus Hi. AM. Syafi’i, Wakapolres Tanggamus Kompol Andik Purnomo Sigit, meninjau seluruh Pos Operasi Lilin Krakatau Tahun 2018.

Turut mendampingi Asisten Bidang Administrasi Hi. Firman Ranie, Kepala Dinas Kesehatan Sukisno, Kepala Dinas Kominfo Sabaruddin dan Sekretaris Dinas Perhubungan Suroyo.

Mengawali peninjauannya, Bupati dan rombongan mengunjingi Pos Siring Betik Kecamatan Wonosobo, ditempat ini Bupati diterima petugas Pos yang terdiri dari anggota Polri, TNI dan tenaga medis.

Setelah mengisi buku tamu dan berbincang Bupati dan Wabup menyerahkan bingkisan berupa makanan ringan dan buah-buahan untuk petugas yang berjaga.

Selanjutnya Bupati dan rombongan menuju Pos Pam Terbaya Kecamatan Kota Agung. Ditempat ini Bupati dan rombongan disambut Ka. Pospam Ipda. Istiarto. Selain mengecek sejumlah sarana dan kelengkapan, Bupati juga mendapatkan penjelasan tentang makanan tambahan khusus anggota Polri, yakni berupa makanan siap saji dalam kemasan kaleng. Bupati juga kembali menyerahkan bingkisan serupa seperti di Pos Siringbetik.

Usai peninjauan di Pos Terbaya, Kota Agung, Bupati menuju Gisting, tepatnya di Pos Rest Area Gisting. Ipda. Hamdan selaku Ka. Pospam menyambut kedatangan Bupati dan rombongan. Usai mengisi buku tamu, Bupati mengucapkan selamat bertugas kepada personil yang berjaga. “Selamat bertugas ya pak, jaga kesehatan,” ucap Bupati.

 

Dalam wawancara dengan sejumlah awak media, Bupati mengatakan bahwa keberadaan Pospam sebagai upaya konkret dari Pemerintah untuk menciptakan suasana kondusif dalam Perayaan Natal dan Tahun baru. Beliau juga mengajak kepada seluruh elemen masyarakat untuk mendukung upaya tersebut. “Mari kita bersama-sama menciptakan suasana kondusif,” ujarnya.

Kemudian menyikapi hasil peninjauannya, Bupati menyampaikan bahwa pelaksanaan Pos sudah cukup baik, sehingga tidak ada yang perlu dikoreksi. “Saya rasa semua pos sudah cukup baik,” pungkasnya. (Kominfo-Firman)

Tsunami di Tanggamus, Pemkab Kunjungi Korban di Kelumbayan

Tsunami di Tanggamus, Pemkab Kunjungi Korban di Kelumbayan

Kelumbayan — Sebagaimana diketahui, gelombang tsunami telah melanda wilayah pesisir pantai Provinsi Banten dan Lampung, Sabtu malam (22/12/18). Termasuk beberapa wilayah pesisir pantai di Kabupaten Tanggamus.

Namun dari kesemua tempat di Kabupaten Tanggamus yang terkena dampak tsunami, hanya di Pekon Kiluan, Kecamatan Kelumbayan yang memberikan dampak cukup parah, bahkan sampai menelan korban jiwa satu orang anak meninggal dunia.

Menyikapi kondisi tersebut, Tim Reaksi Cepat Bencana Kabupaten Tanggamus, Minggu pagi (23/12/18) menuju Kecamatan Kelumbayan, untuk melakukan upaya penanganan tanggap darurat bencana kepada para korban, termasuk memberikan santunan kepada keluarga korban meninggal dunia.

Setiba di lokasi kejadian, Kepala Pekon Kiluan, Kadek, kembali menceritakan kronologis kejadian gelombang pasang dan tsunami yang terjadi. “Di Kiluan, Dusun Sinar Maju, Sinar Agung dan Bandung Jaya, air datang dengan deras. Tepat Pukul 21.00 WIB, air datang langsung deras. Ayah korban pak Musahid dan ibu korban Sumiati berusaha keluar dari rumah dengan membuka pintu. Namun air yang membawa sampah langsung menerjang, sehingga korban Neni yang berusia 4 tahun terlepas dari gendongan dan terbawa air. Korban ditemukan 1 jam kemudian di halaman Villa Bahana yang berjarak 500 m dari tempat kejadian dalam keadaan tidak bernyawa. Adapun korban sudah dikebumikan tadi jam 7 pagi,” terang Kadek.

Kadek melanjutkan, setelah terjangan ombak laut tenang dan menjadi surut, datang ombak kembali. Hal ini berulang sampai tiga kali, sehingga masyarakat berhamburan menyelamatkan diri. Kejadian ini memicu sebagian besar warga mengungsi ke gunung-gunung dan tempat yang lebih tinggi.

Sementara Sekreraris BPBD Tanggamus Maryani, mewakili Kepala BPBD Tanggamus Romasyadi, menyampaikan dari pendataan Tim, diketahui dari jumlah Kepala Keluarga(KK) di Pekon Kiluan sebanyak 386 KK dan 1.600 jiwa. Jumlah KK yang mengungsi sebanyak 171 KK yang mengungsi, terdiri dari 60 KK dari Dusun Sinar Agung, 34 KK dari Dusun Sinar Maju dan 77 KK dari Dusun Bandung Jaya. Adapun kerusakan yang terjadi berupa, 1 rumah hilang tersapu ombak, sementara 3 rumah, 4 penginapan, 1 shelter, 1 dermaga dan 72 perahu nelayan rusak berat.

Ia juga menambahkan bahwa Pemkab Tanggamus sejak semalam (22/12), telah membuka Pos Kesehatan di lokasi bencana, untuk melayani kebutuhan kesehatan warga.

Terhadap keluarga korban meninggal Neni Muriati (4 th), Maryani mewakili Bupati Tanggamus Hj. Dewi Handajani, selain menyampaikan rasa duka cita kepada keluarga korban, Ia juga memberikan santunan pribadi dari Bupati Tanggamus kepada keluarga korban, yang diterima Ibunda korban Sumiati. “Bunda Dewi titip salam buat ibu sekeluarga, beliau turut prihatin dengan musibah ini dan berduka cita atas meninggalnya ananda Neni. Semoga keluarga tabah dan sabar dalam menghadapi musibah ini,” ujarnya.

Usai memberikan santunan kepada keluarga korban, Maryani dan Tim juga melakukan sosialisasi gelombang tinggi yang masih akan terjadi, dan meminta warga tetap waspada. (Kominfo)