Bupati Tanggamus Buka Kegiatan TMMD Ke-103

Bupati Tanggamus Buka Kegiatan TMMD Ke-103.

SUMBEREJO –Bupati Tanggamus Hj. Dewi Handajani, SE, MM, membuka kegiatan Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) KE-103 Tingkat Kabupaten Tanggamus, di Lapangan Pekon Argopeni, Kecamatan Sumberejo, Senin (15/10). Turut hadir dalam acara tersebut Komandan Resort Militer (Danrem) 043 Garuda Hitam Kolonel Kav. Erwin Djatniko, S.Sos., Wakil Bupati Tanggamus Hi. AM. Syafi’i, S.Ag., Dandim O424 Tanggamus Letkol. Arh. Anang Hasto Utomo, Kapolres Tanggamus AKBP I Made Rasma, SIK., Ketua Pengadilan Negeri Ardhi Wijayanto, SH. M. Hum, para Dandim dilingkup Korem O43 Gatam, para Pamen Korem O43 Gatam, Pj. Sekdakab Tanggamus Drs. Hamid H. Lubis, M.Si, para Asisten, Staf Ahli, serta Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta Camat Sumberejo, para Danramil lingkup Kodim O424 serta Kepala Pekon se-Kecamatan Sumberejo.

Bupati Tanggamus, Hj. Dewi Handajani, SE, MM., dalam arahannya menyampaikan, kegiatan TMMD dilaksanakan berdasarkan Surat Telegram dari Pangdam II Sriwijaya, lalu Keputusan Bupati Tanggamus serta proposal dari Kepala Pekon Argopeni Kecamatan Sumberejo. Yang mana kegiatan TMMD sebagai salah wujud operasi TNI, yang merupakan program terpadu lintas sektoral antara TNI, Polri, Kementrian, Lembaga Pemerintah Non Kementerian dan Pemerintah Daerah yang dilaksanakan secara terintegrasi guna meningkatkan akselerasi kegiatan pembangunan di daerah pedesaan.

“TMMD pada dasarnya adalah sebagai bentuk partisipasi TNI dalam pembangunan di daerah yang berdaya guna, bagi kepentingan pembangunan, peningkatan kesejahteraan maupun, pertahanan dan ketahanan negara,” kata Bupati.

Bupati menerangkan Pekon yang menjadi sasaran TMMD ke-103 saat ini, relatif aman. Keberadaan Babinsa secara umum dapat diterima dengan baik oleh masyarakat setempat dan mempunyai pengaruh yang sangat positif dalam pembinaan terhadap masyarakat dan toleransi antar umat beragama sangatlah tinggi. Akan tetapi aspek strategis antar Pekon maupun Kecamatan tidak lancar karena sebagian masih kurang memadai untuk dilalui kendaraan roda empat sehingga memerlukan normalisasi badan jalan pengerasan jalan dengan pemasangan onderlagh.

“Kecamatan Sumberejo merupakan wakil Kabupaten Tanggamus yang diprioritaskan menjadi sasaran TMMD ke-103. Tempatnya strategis namun memerlukan peningkatan pembangunan sarana dan prasarana sehingga dapat mendukung pelaksanaan aktifitas sehari-hari. Kabupaten Tanggamus merupakan
penghubung, antara Kabupaten Tanggamus menuju Pringsewu, serta menuju Pesisir Barat, yang memiliki nilai strategis baik dari aspek ekonomi dan pertanian. Tujuan dibangunnya badan jalan hingga onderlagh untuk meningkatkan perekonomian utamanya di sektor perkebunan, perdagangan dan pariwisata dan meningkatkan kelancaran akses jalan dari pekon ke pekon serta mewujudkan pemerataan pembangunan,” ujarnya.

Sementara itu, Danrem 043 Garuda Hitam Kolonel Kav. Erwin Djatniko, S.Sos., menyampaikan, selain program TMMD, TNI dalam hal ini juga memiliki program Karya Bhakti yang waktunya kapan saja bisa dilaksanakan. “Karena untuk TMMD sudah ada ditentukan tempatnya dimana, dan tahun depan belum tentu dapat Kabupaten Tanggamus lagi. Namun Tanggamus punya program Karya Bhakti dan itu bisa dilaksanakan kapan saja mulai Januari hingga Desember, kalau TMMD namanya operasi sehingga batas waktu, anggaran dan personilnya ditentukan, untuk TMMD ke-103 ini melibatkan 150 personil dari semua instansi,” terang Danrem.

Sedangkan Dandim 0424 Letkol Arh. Anang Hasto Utomo menjelaskan, sasaran kegiatan fisik dan non-fisik yang dilaksanakan pada TMMD ke-103 yakni, pembuatan dan perkerasan badan jalan onderlagh dengan panjang 1.211 meter dan lebar 3 meter, pembuatan Gorong-gorong buis beton 9 unit, pembuatan gorong-gorong plat deker 1 unit, pembangunan jembatan dengan ukuran 6 x 4 meter, normalisasi badan jalan dengan panjang 680 meter dengan lebar 3 meter, serta pembukaan badan jalan dengan panjang 460 meter dengan lebar 3 meter.

“Adapun kegiatan non-fisik meliputi, pengobatan gratis, sunatan massal, pelayanan KB dan Kesehatan, pameran produk UKM, pelayanan KTP anak, Akte, dan KTP elektronik, penyuluhan tentang tentang bahaya narkoba, serta wawasan kebangsaan, penyuluhan peternakan dan perkebunan, penyuluhan PPPA, Perkemahan Bakti Saka Wira, Pemutaran Film penerimaan prajurit TNI, Pasar Murah dan pembagian sembako, bantuan mesin jahit dan alat olahraga, penyerahan bibit pohon serta lomba mewarnai,” tandasnya.

Bupati Lantik Hamid Heriansyah Lubis, sebagai Penjabat Sekda Tanggamus

Kotaagung – Bupati Hj. Dewi Handajani, SE., MM., Pagi tadi melantik Drs. Hamid Heriansyah Lubis, M.Si., menjadi penjabat Sekretaris Daerah di ruang rapat utama Sekretariat Daerah Kabupaten, Senin (16/10).

Pelantikan dilakukan berdasarkan Surat Keputusan Bupati Nomor : 821.2/934/45/2018 tentang Pengangkatan penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Tanggamus. Dengan memperhatikan surat gubernur Lampung Nomor : 800/2563/IV.04/2018 tanggal 11 Oktober 2018 perihal Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Tanggamus.

Dalam sambutannya Bupati mengatakan bahwa pelantikan Penjabat Sekda tersebut merupakan suatu mekanisme lanjutan dari penyerahan Jabatan Sekda dari Andi Wijaya kepada Hamid Heriansyah Lubis sebagai PLT Sekda Tanggamus beberapa waktu yang lalu.

Kepada Penjabat Sekda Bupati berpesan agar dapat mengemban amanah Allah ini dengan sebaik-baiknya sesuai dengan kewenangan dan peraturan yang berlaku.

Disamping itu, Bupati berharap kepada Penjabat Bupati agar dapat mengawal , membantu Bupati dan Wakil Bupati dalam menyusun kebijakan, program dan hal-hal lainnya yang berkaitan dengan tugas pokok dan fungsi dari seorang Penjabat Sekda. Serta loyalitas dan pengabdian Pj Sekda kepada masyarakat Kabupaten Tanggamus.

“Oleh karenanya sekali lagi kepada seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah, saya juga sangat mengharapkan apa yang menjadi harapan dan kebijakan beliau agar dapat di ikuti sesuai dengan aturan yang ada,” kata Bupati

Dan yang tak kalah pentingnya, Bupati mengharapkan juga target – target yang harus di capai salah satunya WTP, Program 100 hari kerja, termasuk program-program 55 aksi, dalam hal ini Sekdalah yang berfungsi sebagai motor penggeraknya.

“oleh karenanya saya sangat mengharapkan intensitas komunikasi dan koordinasi harus dapat dijalin dengan baik. Kekompakan kita, kesolidan diantara kita dalam mengemban amanah akan membuahkan hasil akumulasi kinerja yang sangat diharapkan kedepan oleh masyarakat, ” Pungkas Bupati yang akrab dipanggil Bunda Dewi tersebut.

Hadir dalam kegiatan tersebut Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumberdaya Manusia sekaligus sekaligus PLT Asisten 1 Bidang Pemerintahan Jonsen Vanisa, Staf Ahli Bupati Bidang Hukum dan Politik, Burdani, Asisten 2 Bidang Ekonomi FB.Karjiono, Asisten Bidang 3 Bidang Administrasi Firman, serta para kepala OPD dilingkungan Pemkab Tanggamus.

Hari Cuci Tangan Pakai Sabun  Sedunia ke XI

Hari Cuci Tangan Pakai Sabun  Sedunia ke XI

GISTING — Bupati Tanggamus Hj. Dewi Handajani,SE.,MM., didampingi Wakil Bupati Hi.AM. Syafi’i,S. Ag., Menghadiri acara Peringatan Hari Cuci Tangan Sedunia ke -XI Tahun 2018,bertempapt di SMP Muhammadiyah Pekon Gisting Bawah Kecamatan Gisting. Senin (15/10/18)

Turut hadir  Ketua TP PKK Hj. Sri Nilawati Syafi’i, Pj. Sekdakab Hamid Heriansyah Lubis,M.Si., Kasdim 0424 Letk.Inf. Suhada Erwin, Kapolres Tanggamus yg diwakili Ruzan Afani sebagai Kasubag Humas Polres, Porkofimda,Para Asisten, Para OPD, Para Camat, Para Kepala Pekon se Kec.Gisting,Wakil Ketua dan Pengurus Jajaran Penggerak PKK Tanggamus,Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah Gisting,serta anak-anakku siswa-siswi SMP Muhammadiyah Gisting.

Dalam laporan Ketua TP PKK Tanggamus Hj. Sri Nilawati Syafi’i  menyampaikan bahwa peringatan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun yang kita selenggarakan pada hari ini merupakan kegiatan kampanye Globalyang lebih dikenal dengan ” Global Hen Woshing Dey”. Kegiatan ini dimulai sejak tahun 2008 yang lalu dan pada tahun 2018 ini adalah merupakan peringatan Tahun ke 11.

Budaya yang terjadi dimasyarakat cuci tangan pakai sabun kadang hanya diaplikasikan pada saat setelah makan ,padahal justru cuci tangan pakai sabun seharusnya dilakukan juga sebelum makan. Mencuci tangan pada saat lima waktu kritis akan sangat berdampak luar biasa membantu dalam upaya pencegahan penyakit diantaranya setelah kejamban, setelah membersihkan anak yang buang air besar (BAB),sebelum menyiapkan makanan, sebelum makan, dan setelah memegang/menyentuh hewan.

Oleh karna itu, maka kampanye cuci tangan pakai sabun pada peringatan Hari Cuci Tangan Sedunia yg ke 11 ini mengambil tema ” Tangan Bersih Pangkal Sehat “adalah sejalan dengan tujuan yg ingin kita capai dalam kampanye ini yaitu mencegah penyebaran penyakit-penyakit menular seperti Diare, ISPA,dan Flu Burung,bahkan diharapkan dapat mencegah penularan Rubella. Sejalan dengan kampanye yang dilaksanakkan sepanjang tahun tersebut  maka kami sangat mengharapkan dukungan secar khusus dari OPD terkait baik lintas sektor maupun lintas program untuk mempersiapkan moment dan event berkala dengan melibatkan kemitraaan berbagai kalangan dan masyarakat sehingga tercermin keikutsertaan kebersamaan dan tanggung jawab yang lebih luas untuk tercapainya tujuan kampanye CTPS ini.

Sementara dalam sambutan Bupati Hj. Dewi Handajani, mengatakan Peringatan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun (HCTPS) Sedunia Ke XI Tahun yang selalu diperingati setiap tahunnya pada tanggal 15 Oktober, hendaknya bukan hanya  sebagai sebuah kampanye aksi kesehatan yang tidak memiliki dampak positif bagi kehidupan sehari hari untuk menciptakan hidup bersih dan sehat, melainkan bisa diimplementasikan untuk mewujudkan kehidupan bersih tanpa penyakit.

“Jangan hanya menjadi kegiatan ceremonialnya saja, akan tetapi harus diimplementasikan pada kehidupan kita. Karena peringatan HCTPS ini merupakan kampanye kesehatan yang global jadi harus bisa kita terapkan dalam kehidupan kita. Apalagi kampanye global ini sudah masuk dalam usia ke XI,” ujar Bupati Tanggamus Hj. Dewi Handajani, saat membuka kegiatan HCTPS yang bertempat di SMP Muhammadiyah Gisting.

Orang nomor satu di kabupaten berjuluk Bumi Begawi Jejama ini juga mengatakan, bahwa peran aktif orang tua dalam menciptakan hidup bersih dan sehat tentunya sangat diperlukan. Agar buah hati bisa mendapatkan kehidupan yang sehat, karena anak anak adalah sebagai generasi perubahan (Generation of change) yang bisa menjadi pelopor hidup bersih dan sehat, sekarang dan dikemudian hari.

“Memang semua ini butuh proses, tidak bisa terjadi secara instan. Akan tetapi yang terpenting adalah, dari kesadaran diri kita sendiri. Dan saya akan bekomitmen untuk mengajak masyarakat agar bisa menerapkan pola hidup bersih dan sehat dimulai dengan langkah yang mudah namun berdampak luar bisa bagi kesehatan. Kami dari Pemkab Tangamus sangat mensupport kegiatan ini dan dukungan masyarakat juga harus ada. Ayo jadi pelopor dan selalu mengkampanyekan hidup bersih dan sehat,” jelas Bunda, sapaan akrabnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Tanggamus Sukisno menambahkan bahwa kegiatan ini adalah salah satu langkah konkrit dalam upaya pencegahan terserangnya penyakit pada anak anak dan masyarakat, dan sebagai upaya menurunkan angka kematian pada balita. Di mana angka kematian balita menyentuh angka 5000 meninggal setiap harinya di seluruh dunia. Ini semua diakibat kurangnya akses pada air bersih dan fasilitas sanitasi dan pendidikan kesehatan.

“Perubahan perilaku sederhana seperti mencuci tangan pakai sabun dapat mengurangi angka kematian yang disebabkan oleh penyakit diare yang hampir 50% karena pola hidup yang kurang bersih dan kurangnya perhatian asupan makanan yang bergizi. Dan manfaat lain mencuci tangan memakai sabun merupakan cara paling efektif  untuk mencegah penyakit diare dan ISPA. Dan indeks dari badan Kesehatan Dunia yakni World Health Organization (WHO) angka kematian pada anak anak dan balita yang disebabkan oleh ISPA dan Diare dalam pertahunnya sebanyak 3,5 juta diseluruh dunia,” terang Sukisno.

Mantan Direktur Rumah Sakit Daerah Batin Mangunang ini berharap, dengan diadakannya kegiatan ini nantinya masyarakat Kabupaten Tanggamus mulai mengubah perilaku sederhana dengan mencuci tangan memakai sabun pada saat setelah BAB, setelah membersihkan kotoran bayi atau anak sebelum menyiapkan makanan. Kemudian, sebelum dan sesudah makan, setelah memegang unggas atau binatang. “Dengan demikian terlahirlah generasi dan masyarakat yang sehat jasmani maupun rohaninya” pungkasnya.