Seminar Kepenulisan dan Launching Buku 18 Penulis Tanggamus

 

Gisting- Kabupaten Tanggamus bersama Global potensi mengadakan Seminar Kepenulisan dan Launching Buku 18 Penulis Tanggamus dengan tema mengembangkan literasi menuju Guru berprestasi yang di selenggarakan di Aulan Serumpun Padi Selasa – (07/08/2018) jam 09.00 Wib.

Dimana di ketahui ke 18 penulis adalah hasil monitoring dari menulis onlain (MMO) yang di monitori oleh Brily Agung, dan MMO tersebut di selelenggaran oleh Pemkab Tanggamus Tahun 2017 yang di pelopori oleh Ibu Yeni Ernani (Growing Fun Inspirator).

Dalam sambutan Ketua Persatuan  Guru Republik  Indoneseia (PGRI) KabupatenTanggamus yang dalam kesempatan tersebut di sampaikan oleh Sekretaris  PGRI  Haris Istanto M.Pd  menyampaikan penulis-penulis kebanggaan PGRI Kabupaten Tanggamus telah membuat buku-buku yang beraneka ragam baik fiksi maupun nonfiksi dan merupakan perintis guru penulis di kabupaten Tanggamus Kompetensi profesional adalah kemampuan guru dalam penguasaan materi pelajaran secara luas dan mendalam yang memungkinkan membimbing peserta didik memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan dalam standar nasional pendidikan (SNP). Oleh karena itu guru harus menguasai disiplin ilmunya yang ditandai oleh.
1. penguasaan materi pelajaran secara luas dan mendalam sesuai dengan isi program satuan pendidikan, mata pelajaran dan kelompok mata pelajaran yang akan diampu.
2. Penguasaan konsep dan metode disiplin keilmuan,teknologi,atau seni yang relevan yang secara konseptual menaungi atau koheren dengan program satuan pendidikan,mata pelajaran dan kelompok mata pelajaran yang akan diampu.
Atas dasar itulah mestinya guru menjadi penulis baku, guru profesional tentu diukur dengan kemampuannya menjadi teladan bagi para murid karena beragam kreativitasnya dengan memiliki gerakan keunggulan tersebut guru mampu memosisikan dirinya sebagai pribadi yang layak dipercaya dan diteladani oleh peserta didiknya, jika guru sudah diteladani oleh peserta didiknya maka pelajaran bermakna pun mampu dilakukan nya, dalam momen inilah tujuan pembelajaran dapat diraih secara maksimal tak lain karena gurunya mampu menulis buku dari kegemarannya membaca dan kelak muridnya akan mengenangnya sebagai guru yang syarat inspirasi motivasi dan teramat dicintai murid-muridnya.

Menulis dalam hal ini adalah menyampaikan sesuatu dalam bentuk bahasa tulis dengan tulisan tangan maupun mesin ketik, isi tulisan boleh jadi berupa pendapat Gagasan dan pemikiran seseorang hasil tulisan seseorang minimal untuk dibaca sendiri dan menulis dengan tujuan  untuk diketahui dan dibaca oleh orang lain jauh lebih baik dan akan bermanfaat untuk diri sendiri juga  untuk  orang lain. Selain itu menulis juga menjadi sumber inspirasi dalam hidup atau bagi penulis lain yang dibutuhkan media tertentu misalnya media massa cetak dan internet beberapa manfaat menulis adalah menciptakan jembatan berkomunikasi dengan diri sendiri maupun orang lain kebiasaan menulis akan mengasah dan mempertajam kemampuan diri sendiri dalam berbahasa tulis dan menulis akan membantu orang lain dalam menghadapi dan memecahkan suatu masalah yang sedang dihadapi orng lain dan menulis juga dapat meningkatkan daya ingat nalar seseorang dan melatih ketajaman untuk berkonsentrasi. Kemampuan menulis menjadi sebuah prestise dan prestasi kegiatan menulis mendatangkan kepuasan batin dan menulis akan menambah pengetahuan dan wawasan seseorang.

Kedelapan belas penulis tersebut dan Judul buku tersebut adalah sebagai berikut : Edi Mustofa (Khutbah Jum’at), Haris agus Istanto (Ragam Model dan Metode Pembelajaran), Alamin labis ( Tanggamus Bumi Wisata dan Pendekatan BSPM), Kurnia Sai Utami(Dulilah Untuk Gerakan Literasi Indonesia),Mijiono Sukartini (Prilaku Hidup Bersih dan Sehat), Enita(Nikmatnya Menulis Laporan PTK),Suroso(Lingkungan Sebagai Surga media Pembelajaran),Tri Wahyuni(Lentera Tak kan Pernah Padam),Jumitri(Jurus Jitu BerPTK),Dian Resti(Langit Tanpa Senja),Chamduana Tri Saputra(Guru Zaman Now),Puspita Vemilia Sari(Beri Aku Sepotong Awan),Sri Utami(Jurus Praktis PTK) Nasrulloh(Kupas Tuntas Senam Tanggamus dan 46 Puisi Anak),Vina Nurmala Depi(Jangan Didik Anak dengan Cara Biasa) ,Jamastuti(Aku Kapur dan Papan Tulis),Deswandi(Jangan Takut Bermimpi).

Sementar dalam sambutan tertulis Bupati Tanggamus yang dalam kesempatan tersebut di sampaikan oleh sekertaris Dinas Pendidikan Rahman Husin, S. Sos yang juga membuka kegiatan tersebut
Menyampaikan, terimakasih dan apresiasi yang setinggi tingginya kepada panitia dan para nara sumber atas terlaksananya seminar tersebut,
Dan mudahmudahan kegiatan tersebut dapat bermanfaat bagi peningkatan pengetahuan dalam hal penulisan buku buku ilmiah maupun buku populer.

Membaca dan menulis adalah cara efektif menambah informasi dan pengetahuan seseorang terutama para guru,  aktivitas membaca dan menulis dapat meningkatkan pengetahuan tenaga pengajar dengan catatan rajin membaca dan menulis niscaya akan banyak pengetahuan yang di peroleh dan ini sangat penting bagi tenaga pengajar.

Sungguh sangat baik jika guru mampu menulis sebuah buku dan dapat bermanfaat bagi pengetahuan orang lain, sebenarnya guru mengajarkan keilmuan tertentu kepada anak didiknya secara lisan.

Jika guru menjadi seorang penulis buku makan ia akan menjasi seorang yang hebat karna mampu mengajarkan keilmuan secara lisan maupun tulisan, Guru adalah tokoh profesi mendidik yang berkiprah dalam bidang kepenulisan, dari segi waktu dan  kesempatan terbuka lebar dengan memilih topik yang bisa di geluti sehari hari, seperti permasalahan bembelajaran,isu pendidikan, kebijakan pemerintah, bahkan menulis tulisan yang bersifat rekreatif dalam berbentuk sastra.

Di era teknologi modern sekarang guru di tuntut berwawasan dan berpengetahuan luas di samping melaksanakan tugasnya,maka guru harus melek dan tidak gabtek teknologi, Khususnya teknologi informasi,

Beliau berharap agar para guru yang mengikuti seminar tersebut agar dapat mengikuti kegiatan tersebut  dengan baik karna banyak pengetahuan yang dapat di peroleh dan bermanfaat bagi para guru.

Hadir dalam acara tersebut Sekertaris Dinas Pendidikan Rahman Husini, S. Sos. beserta jajaran Dinas Pendidikan, dari Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Supriyanto, M. Pd., perwakilan Dinas Pariwisata , kepala  UPT Pendidikan, Sekertaris PGRI Tanggamus Haris Istanto, M. Pd. Pembina Yayasan Gelobal Potensi Zulwani,SH,MH, Yeni Ernaini ( pemateri), Para Kepala Sekolah Dewan Guru peserta seminar.

Pj. Bupati Lepas 271 Jemaah Calon Haji Tanggamus

KOTAAGUNG–Sebanyak 271 Jamaah calon haji (JCH) Kabupaten Tanggamus yang tergabung dalam kelompok terbang (Kloter) 49 dilepas keberangkatannya menuju tanah Suci Mekkah oleh Pj Bupati Tanggamus Zainal Abidin di Aula Islamic Center Kotaagung, Selasa (7/8).

Turut hadir dalam acara pelepasan Kepala Kemenag Tanggamus Murdi Amin, Dandim 0424 Kol Arh. Anang Hasto Utomo yang merupakan tim pendamping haji daerah (TPHD), Wakapolres Tanggamus Kompol Andik Purnomo, Kasdim 0424 Mayor Inf Suhada Erwin, Asisten Bidang Administrasi Firman Ranie dan sejumlah kepala OPD dilingkungan Pemkab Tanggamus.

Kepala Kemenag Tanggamus, Murdi Amin dalam laporannya menyampaikan total JCH Kabupaten Tanggamus sebanyak 277 jamaah dengan rincian laki laki 117 orang dan wanita 160 orang, dengan dua kali pemberangkatan,pertama kloter 49 sebanyak 271 orang bergabung dengan jamaah asal Kota Metro dan Bandar Lampung, jamaah nanti diterima di Asrama Haji Rajabasa pukul 14.00 WIB, minap sehari lalu keesokan harinya diberangkatkan dari Bandara Soekarno-Hatta Tangerang menuju Arab Saudi.

“JCH yang tergabung dalam Kloter 49 Maktab diwilayah Wilayah Syisyah. Sementara kloter 57 sebanyak 6 jamaah tergabung dengan rombongan Way Kanan, Lampung Barat, Lampung Utara, Metro, Tulang Bawang, Pringsewu Pesisir Barat, Lampung Timur dan Lampung Tengah berangkat 12 Agustus, “kata Murdi Amin.

Sementara itu Pj Bupati Tanggamus Ir. Zainal Abidin, mengimbau agar para JCH menjaga kesehatan. Sebab kondisi cuaca yang berbeda dengan Indonesia.

“Harapannya jaga kesehatan sebab jemaah harus jalani rangkaian tahapan ibadah dan itu memerlukan kesehatan dan kekuatan fisik. Kemudian ikuti apa yang diintruksikan pembimbing disana, semoga menjadi haji yang mabrur dan mabruroh, “kata Zainal.